Monday, April 22, 2013

#Day 21413


@WithYou
Hari ini lumayan lelah juga, apalagi kemarin beres sepedahan yang menguras banyak tenaga dan waktu. Jadi agendanya mulai jam 11 siang adalah potong rambut (aku yang dipotong, dia nganter, asa tibalik nya?), lalu ke ITB karena ada acara jejepangan dan bertemu kawan, lalu ke toko keramik untuk membeli beberapa barang, pergi ke Museum KAA dan terakhir ke Jco untuk minum kopi. Namun tetap aja walaupun aku udah merencanakan seperti itu, semua berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan, seperti: Kita janjian jam 11 dan aku berharap dia menunggu aku di tempat yang sudah dijanjikan. Aku sengaja dari jarak yang lumayan jauh untuk bilang bahwa aku sebentar lagi mau sampai tapi pada akhirnya dia telat juga. Agak menyebalkan juga sih. Tapi biar lah, agak susah merubah habbit seseorang jadi yang bisa aku lakukan cuma sabar. Lalu waktu sedang potong rambut, tiba-tiba hujan besar sehingga aku tidak jadi datang ke ITB karena ehm males (acaranya pasti gitu-gitu aja) aku pun bilang untuk tidak jadi datang kesana dan akhirnya langsung saja ke Museum KAA. Disana sedang ada acara untuk memperingati ulang tahun museum tersebut yang ke-58. Disana kami diperbolehkan masuk dan menikmati acaranya. Aku sepertinya baru pertama kali masuk sana dan waw.. ruangannya keren banget! Disana diperlihatkan berbagai macam sejarah tentang museum tersebut hingga berbagai macam replika dan sejarahnya. Mudah-mudahan museum tersebut bisa terawat hingga seterusnya sebagai bahan sejarah yang tidak akan terlupakan tentang perjuangan para pahlawan jaman dahulu. Dan setelah itu, kami pergi makan dan berjalan-jalan ke Ciwalk untuk ke Jco (menikmati kopi) dan bersantai. Sebelumnya kami melihat-lihat barang obralan dan dia (R) berniat untuk membeli sepotong pakaian. Tapi malah kejadian kebalikannya. Maap ea.. >.< Setelah itu, kami minum kopi, bersantai, dan pulang. Let's call it a day and this writing ends now at 12:14 am. Good nite, sleep tight :)

#Day 20413


@Gowess!
Yup hari ini aku bersepeda lagi di acara bersepeda antar perusahaan perbankan. Biasanya rutin diadakan sebulan sekali dan tuan rumahnya bergantian. Dan kali ini giliran kami sebagai tuan rumah :) Jadi acaranya diadakan di daerah sekitar alun-alun bandung hari ini dimulai pada jam 7 pagi. Aku pun janjian dengan atasan yang kebetulan mengajak dan bersedia mendaftarkan untuk berangkat bersama keesokan harinya jam 6 pagi but damn aku bangun kesiangan dan sampai jam 6 lebih. Mereka sudah berangkat lebih dulu. Dalam hati aku berpikir ga akan berangkat saja lah karena jauh, tapi aku udah berjanji akan ikut dan aku paling ga bisa melanggar janji. Jadi karena janji aku akhirnya ikut, dengan sekuat tenaga aku gowes sepeda dari Batujajar ke Cimahi, dan dari Cimahi ke jalan Asia Afrika. Begitu sampai sana aku coba telepon atasan aku tersebut tapi tidak diangkat-angkat, dan akhirnya aku nekat masuk saja dan kebetulan beliau ada disana dan langsung menemuinya. Thanks God! Aku pun diberi sarapan karena memang udah jatahnya :P dan beristirahat sebentar. Aku pun sedikit bersilaturahmi dengan para pegawai disana, rasanya kangen juga sih, hehehe. Acara ini juga dilengkapi dengan “hadiah pintu” berupa sepeda dan lain-lain dan berharap bakal dapat tapi selama ikut hal macam beginian, aku ga pernah dapat. +_+ Akhirnya aku ikut saja acaranya. Rutenya melalui jalan-jalanan padat di kota, tapi ternyata lumayan ringan dan sampai finish dalam waktu yang tidak lama. Setelah sampai aku pun menukarkan tiket yang diberikan sewaktu pendaftaran dengan berbagai macam makanan. Aku tukar saja semua karena lapar. Dan istirahat sambil menikmati acara. Tapi ada kejadian menarik yang menghantui pikiranku (jyah), yaitu sewaktu mengantri ada atasan aku bagian SDM yang menanyakan perihal kepindahan aku ke tempat kerja asal, aku jawab “duka” (Sunda: ga tau, red.) dan dia terlihat sedikit bengong lalu berkata lagi “iya memang sekarang lagi ada mapping juga tentang tempat kerja pegawai dengan domisili” Ngeles wae lah, aku mah paduli teuing. Mudah-mudahan we bener, wkwkwkwkwk. Dan satu lagi, ketika lagu-lagu sunda dibawakan, ada seorang ibu paruh baya yang tiba-tiba masuk dan menari sesuai alunan. Tariannya bagus sekali, luwes dan mengalir. Diperhatikan kembali ternyata dia orang yang stres (gila lu ndro, red.) tapi jago menari. Jadi akhirnya dia menari terus sampai pada akhirnya sewaktu melihat ada kamera yang merekam hal tersebut dia merasa terganggu dan terlihat panik. Aku ga tau ada apa yang terjadi dimasa lalunya dan kamera tapi yang jelas dia merasa ketakutan melihat kamera tersebut. Pada akhirnya, karena ditakutkan terjadi hal yang tidak diinginkan, dia diusir secara halus oleh petugas sekuriti disana. Ada ada saja.

#Day 19413


@MoveOut
Aku galau tentang kepindahan yang katanya akan terjadi. Jadi katanya aku bakal dipindahin kembali ke tempat asal. Asli pas denger itu jadi males rasanya. Apalagi aku udah ngerasa nyaman dengan tempat kerja yang baru. Kenapa sih setiap aku ngerasa nyaman dengan sesuatu, sesaat kemudian kenyamanan tersebut direnggut? Ga gampang beradaptasi dengan lingkungan baru tapi mereka seolah-olah menganggap hal itu hal yang biasa. Mudah-mudahan ga jadi aja deh, dan aku bisa terus bekerja di tempat ini (aamiin). Tapi aku juga ngerasa ga enak karena ada atasan yang memang mendukung aku, ingin aku kembali kesana. Karena mungkin dia ngerasa ga enak perihal meminta aku pindah ke tempat kerja itu. Aku sebenarnya ga terlalu menganggap pusing masalah itu, aku bahkan merasa senang dengan tempat kerja baru yang dekat dengan rumah sehingga bisa pulang cepat juga. Jadi “ibu ga usah khawatir, kalau memang ibu merasa bertanggung jawab atas apa yang pernah ibu lakukan, aku ga terlalu ambil pusing. Aku cukup bahagia disini. Mudah-mudahan rekan kerja yang bertukar tempat denganku disana lebih baik daripada aku. Aku ikhlas kok :)”

@SuddenlyChores
Aku udah pernah bilang bahwa aku benci sesuatu yang mendadak. Sama dengan tugas yang diberikan begitu aku ada janji dengan (R) diwaktu yang sama. Kenapa sih ga kemarin-kemarin? Ya aku akui kemarin memang ada roleplay dan jadi ga bisa. Oh well, mau ga mau harus dilakukan secepat mungkin, dan I beg your pardon, dear. I may be a little bit late, so please be patient ok? I'll be there as soon as I can.

#Day 18413


@RoleplayGetMcD
Ada enaknya juga tiap roleplay diadakan. Selalu dikasih makanan yang enak termasuk ya ehm McD. Setidaknya itu hal positif yang didapat. Aku ga terlalu suka roleplay tapi apa boleh buat, itu bagian dari kerjaan dan mau ga mau harus dilakukan. Tapi yang penting makanannya masberoooo... :D

#Day 17413


@BossWish
Hari ini ada aja kejadian yang unpredictable. Tiba-tiba teman aku telepon jam 10 malam mengatakan bahwa aku harus melakukan roleplay besok pagi. Syok langsung dong, apalagi keadaan udah mau tidur tapi malah jadi ga bisa tidur. Fcuk man! Bisa ga sih kalau ngasih perintah itu minimal sehari sebelumnya? Kan setidaknya aku bisa siap-siap dulu apalagi aku kan udah roleplay kemarinnya? Masa harus roleplay lagi? Gila lu ndro! Hmph, jadi akhirnya terpaksa mau dengan keadaan yang masih ngantuk dan bingung harus apa, apalagi harus menjelaskan topik yang tidak terlalu dikuasai. Anjirr.. teman-teman yang lain juga bukannya ngasih support but pressure. Tapi ya aku bersyukur masih ada yang mau bantu, makasih ya ceu. Akhirnya dengan persiapan seadanya aku pasrah, menjelaskan juga seadanya dan secepatnya. Semua lancar tanpa hambatan walaupun akhirnya kena kritikan juga tapi aku melakukannya juga karena waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi (mulai jam pelayanan). Apa boleh buat, dadakan itu hasilnya tidak selalu bagus. Hmph.

#Day 16413


@HeaveHo!
Hari ini aku merasa berat dari hari ke hari (?). Ga tau kenapa ya. Mungkin karena tengah bulan uang udah hampir habis (pangandaran tragedy,banyak jajan dan belanja) atau karena udah mulai jenuh. Tapi yang jelas, aku ga bisa ngeluh terus dan ga melakukan apa-apa tapi terus melakukan rutinitas ini. Ga ada salahnya juga, karena dengan bekerja dosa-dosa kita berguguran. Aku teringat oleh quote yang disampaikan oleh pak ustad sewaktu ceramah di kantor setelah selesai bekerja yang katanya ada dosa yang tidak bisa dihapus walaupun kita sudah beribadah sepanjang waktu, dan hanya dengan bekerja dosa tersebut bisa dihapus. Mungkin aku akan teringat terus dengan kata-kata tersebut bahwa bekerja juga termasuk ibadah, menolong orang yang kesulitan juga ibadah, dan rejeki tiap bulan termasuk reward dari ibadah tersebut :P aamiin ya Allah, berkahilah hari-hari kami dengan kebaikan.


@Erna'sArrival
Damn! We meet again. Aku males ketemu dia. Kenapa? Karena dia yang membuat aku pindah dari kantor yang dimana aku sudah merasa nyaman ke tempat baru yang aku belum tau situasinya. Kenapa aku dipindahin? Ya kata dia karena aku ga kompeten untuk bisa ikut survei untuk perusahaan. Sebenarnya perasaanku campur aduk antara bingung dan senang. Bingung karena aku sudah mulai merasa nyaman dengan keadaan kantor yang friendly dan senang karena tempat kerja dekat dengan kantor. Aku sudah belajar mati-matian supaya bisa ikut menghadapi survei bersama-sama. Tiap hari diwaktu pagi, aku latihan berbicara di depan kaca, baca tentang semua produk dan membuat resumenya, mengumpulkan bahan-bahan ajar, dsb. Tapi hasilnya aku ga dipercaya sama sekali. Well memang salah aku juga sih. Pekerjaan aku menuntut supaya aku melakukan yang aku ga suka. Sehingga aku ga bisa maksimal. Tapi setidaknya aku sudah berusaha sampai sejauh itu dan jarang-jarang aku melakukannya. Dengan ada berita bahwa aku tidak masuk seleksi membuat keadaan jadi down dan males buat meneruskan. Semua usaha yang aku lakukan seakan sia-sia saja. Ini juga terjadi dengan teman kerja aku apalagi dia dipindahkan lebih dulu dan usahanya mungkin lebih besar daripada aku. Aku ngerti perasaan dia karena kita mengalami keadaan yang sama. Aku merasa sakit hati dengan keputusan itu. Sampai sekarang aku tetap merasa malasa untuk belajar lagi.. jadi kembali ke topik awal, dia datang untuk mengajarkan hal baru kepada kami. Begitu aku dengar berita itu, aku malas banget. Ngapain sih datang? Bawa berita bahwa aku bakal dipindahin lagi ke tempat semula? Kalian pikir aku ini barang sewaan yang bisa diperlakukan seenak perutnya aja? Ingat kami ini manusia sama seperti kalian, punya hati, apa kalian ga punya hati dalam memutuskan sebuah perkara? Pikirkan persaan orang lain juga dong, demiiiii tuhaaaannn! Aku ga rela...!!!

#Day 15413


Sorry loncat 1 hari, tanggal 14 aku benar-benar lupa ada kejadian apa yang terjadi. Payah Payah =_='

@CleaningJob
Seperti biasa, aku datang ke kantor jam 7 kurang, tujuannya supaya ga telat (masuk paling telat jam 7 lebih 30 menit) dan supaya bisa shalat dhuha dulu. Karena jam 7.20 pasti dimulai dengan acara doa pagi bersama, daripada dipakai waktu selama 20 menit itu untuk ngelamun lebih baik untuk sesuatu yang berguna dan bermanfaat, iya ga? :D Begitu sampai aku langsung berangkat ke 2 mesin absensi untuk menghindari terjadinya gangguan di salah satu mesin. Begitu sudah absen, langsung berangkat ke mushala untuk shalat tea, but wow.. ternyata ruangannya lagi dibersihin. Dang it! Kenapa sih petugas cleaning service itu ga datang lebih pagi lagi? Ya sudahlah, mereka juga manusia. Akhirnya tanpa ketahuan mereka aku diam-diam pergi dari situ dan pergi menuju ruang mushala lantai 2 dan akhirnya shalat disana. Aku mau cerita-cerita sedikit ya tentang mereka (tidak bermaksud menjelek-jelekkan mereka juga tapi itu kenyataannya). Biasanya mereka istirahat di depan mushala itu. Dan luar biasa, obrolan mereka itu keras-keras banget dan bisa dibilang mengganggu yang lagi shalat (aink contona). Sebenarnya ga cuma mereka aja sih, tapi orang lain termasuk para pegawai yang menunaikan shalat juga (khususnya perempuan). Mushala itu kan tempat shalat, dan orang yang shalat itu butuh ketenangan untuk konsentrasi beribadah, bisa ga mereka nyadar dikit tentang hal itu? Apa mereka menganggap orang shalat itu cuma sekedar baca bacaan arab dan melakukan gerakan yang sudah ditetapkan? Apa cuma itu? Kalau gitu mending ga usah shalat sekalian karena usaha kalian semua meaningless. Apalagi disitu ada larangan untuk makan di mushala tapi tetap saja dilanggar. Padahal orang-orang situ juga yang buat peraturan dan orang-orang itu sendiri yang melanggarnya. Peraturan ada untuk dilanggar bukan? Mudah-mudahan mereka disadarkan oleh perbuatan yang tidak disadari namun merugikan orang lain itu, aamiin.

@Lala'sWish
Dia meminta tolong (atau menyuruh) kepada kami agar setiap nasabah yang datang diharapkan untuk didaftarkan secara paksa mengenai fitur e-banking yang tersedia karena ditargetkan sebanyak beberapa ribu selama setahun. Well bukannya aku ga mau tapi keadaan kadang tidak memungkinkan. Setiap nasabah yang datang untuk mengganti PIN yang terblokir saja memakan waktu hingga 10 menit lebih, dan akan lebih lama lagi jika aku harus menjelaskan mengenai fitur e-banking yang belum tentu dimengerti nasabah yang kebanyakan gaptek. Apalagi antrian di kantor selalu penuh dimana nasabahnya tidak sesabar yang engkau kira (edan!). Jadi aku juga agak kurang setuju dan mengajukan protes tapi bukan hal yang seperti diharapkan yang didapat malah celetukan yang bisa dibilang “aink juga ngerti tanpa maneh jelasin” dengan nada sedikit mengejek. Entah mungkin cuma aku aja yang berpikiran kayak gitu. Tapi yang jelas aku ga terlalu suka dengan cara dia memperlakukan aku. Aku mau membantu mendaftarkan layanan tersebut jika hanya nasabah menanyakan saja. Yang aku tau, nasabah datang hanya untuk menyelesaikan masalah mereka dengan cepat karena mereka juga ga punya cukup banyak waktu untuk meladeni basi-basi kita. Jadi paling yang aku lakukan adalah melakukan apapun sesuai keadaan. Kalau keadaannya memungkinkan, ya aku lakukan. Paling itu saja.