Monday, April 22, 2013

#Day 15413


Sorry loncat 1 hari, tanggal 14 aku benar-benar lupa ada kejadian apa yang terjadi. Payah Payah =_='

@CleaningJob
Seperti biasa, aku datang ke kantor jam 7 kurang, tujuannya supaya ga telat (masuk paling telat jam 7 lebih 30 menit) dan supaya bisa shalat dhuha dulu. Karena jam 7.20 pasti dimulai dengan acara doa pagi bersama, daripada dipakai waktu selama 20 menit itu untuk ngelamun lebih baik untuk sesuatu yang berguna dan bermanfaat, iya ga? :D Begitu sampai aku langsung berangkat ke 2 mesin absensi untuk menghindari terjadinya gangguan di salah satu mesin. Begitu sudah absen, langsung berangkat ke mushala untuk shalat tea, but wow.. ternyata ruangannya lagi dibersihin. Dang it! Kenapa sih petugas cleaning service itu ga datang lebih pagi lagi? Ya sudahlah, mereka juga manusia. Akhirnya tanpa ketahuan mereka aku diam-diam pergi dari situ dan pergi menuju ruang mushala lantai 2 dan akhirnya shalat disana. Aku mau cerita-cerita sedikit ya tentang mereka (tidak bermaksud menjelek-jelekkan mereka juga tapi itu kenyataannya). Biasanya mereka istirahat di depan mushala itu. Dan luar biasa, obrolan mereka itu keras-keras banget dan bisa dibilang mengganggu yang lagi shalat (aink contona). Sebenarnya ga cuma mereka aja sih, tapi orang lain termasuk para pegawai yang menunaikan shalat juga (khususnya perempuan). Mushala itu kan tempat shalat, dan orang yang shalat itu butuh ketenangan untuk konsentrasi beribadah, bisa ga mereka nyadar dikit tentang hal itu? Apa mereka menganggap orang shalat itu cuma sekedar baca bacaan arab dan melakukan gerakan yang sudah ditetapkan? Apa cuma itu? Kalau gitu mending ga usah shalat sekalian karena usaha kalian semua meaningless. Apalagi disitu ada larangan untuk makan di mushala tapi tetap saja dilanggar. Padahal orang-orang situ juga yang buat peraturan dan orang-orang itu sendiri yang melanggarnya. Peraturan ada untuk dilanggar bukan? Mudah-mudahan mereka disadarkan oleh perbuatan yang tidak disadari namun merugikan orang lain itu, aamiin.

@Lala'sWish
Dia meminta tolong (atau menyuruh) kepada kami agar setiap nasabah yang datang diharapkan untuk didaftarkan secara paksa mengenai fitur e-banking yang tersedia karena ditargetkan sebanyak beberapa ribu selama setahun. Well bukannya aku ga mau tapi keadaan kadang tidak memungkinkan. Setiap nasabah yang datang untuk mengganti PIN yang terblokir saja memakan waktu hingga 10 menit lebih, dan akan lebih lama lagi jika aku harus menjelaskan mengenai fitur e-banking yang belum tentu dimengerti nasabah yang kebanyakan gaptek. Apalagi antrian di kantor selalu penuh dimana nasabahnya tidak sesabar yang engkau kira (edan!). Jadi aku juga agak kurang setuju dan mengajukan protes tapi bukan hal yang seperti diharapkan yang didapat malah celetukan yang bisa dibilang “aink juga ngerti tanpa maneh jelasin” dengan nada sedikit mengejek. Entah mungkin cuma aku aja yang berpikiran kayak gitu. Tapi yang jelas aku ga terlalu suka dengan cara dia memperlakukan aku. Aku mau membantu mendaftarkan layanan tersebut jika hanya nasabah menanyakan saja. Yang aku tau, nasabah datang hanya untuk menyelesaikan masalah mereka dengan cepat karena mereka juga ga punya cukup banyak waktu untuk meladeni basi-basi kita. Jadi paling yang aku lakukan adalah melakukan apapun sesuai keadaan. Kalau keadaannya memungkinkan, ya aku lakukan. Paling itu saja.

No comments:

Post a Comment