Sorry
loncat 1 hari, tanggal 14 aku benar-benar lupa ada kejadian apa yang
terjadi. Payah Payah =_='
@CleaningJob
Seperti
biasa, aku datang ke kantor jam 7 kurang, tujuannya supaya ga telat
(masuk paling telat jam 7 lebih 30 menit) dan supaya bisa shalat
dhuha dulu. Karena jam 7.20 pasti dimulai dengan acara doa pagi
bersama, daripada dipakai waktu selama 20 menit itu untuk ngelamun
lebih baik untuk sesuatu yang berguna dan bermanfaat, iya ga? :D
Begitu sampai aku langsung berangkat ke 2 mesin absensi untuk
menghindari terjadinya gangguan di salah satu mesin. Begitu sudah
absen, langsung berangkat ke mushala untuk shalat tea, but wow..
ternyata ruangannya lagi dibersihin. Dang it! Kenapa sih petugas
cleaning service itu ga datang lebih pagi lagi? Ya sudahlah, mereka
juga manusia. Akhirnya tanpa ketahuan mereka aku diam-diam pergi dari
situ dan pergi menuju ruang mushala lantai 2 dan akhirnya shalat
disana. Aku mau cerita-cerita sedikit ya tentang mereka (tidak
bermaksud menjelek-jelekkan mereka juga tapi itu kenyataannya).
Biasanya mereka istirahat di depan mushala itu. Dan luar biasa,
obrolan mereka itu keras-keras banget dan bisa dibilang mengganggu
yang lagi shalat (aink contona). Sebenarnya ga cuma mereka aja sih,
tapi orang lain termasuk para pegawai yang menunaikan shalat juga
(khususnya perempuan). Mushala itu kan tempat shalat, dan orang yang
shalat itu butuh ketenangan untuk konsentrasi beribadah, bisa ga
mereka nyadar dikit tentang hal itu? Apa mereka menganggap orang
shalat itu cuma sekedar baca bacaan arab dan melakukan gerakan yang
sudah ditetapkan? Apa cuma itu? Kalau gitu mending ga usah shalat
sekalian karena usaha kalian semua meaningless. Apalagi disitu ada
larangan untuk makan di mushala tapi tetap saja dilanggar. Padahal
orang-orang situ juga yang buat peraturan dan orang-orang itu sendiri
yang melanggarnya. Peraturan ada untuk dilanggar bukan? Mudah-mudahan
mereka disadarkan oleh perbuatan yang tidak disadari namun merugikan
orang lain itu, aamiin.
@Lala'sWish
Dia
meminta tolong (atau menyuruh) kepada kami agar setiap nasabah yang
datang diharapkan untuk didaftarkan secara paksa mengenai
fitur e-banking yang tersedia karena ditargetkan sebanyak beberapa
ribu selama setahun. Well bukannya aku ga mau tapi keadaan kadang
tidak memungkinkan. Setiap nasabah yang datang untuk mengganti PIN
yang terblokir saja memakan waktu hingga 10 menit lebih, dan akan
lebih lama lagi jika aku harus menjelaskan mengenai fitur e-banking
yang belum tentu dimengerti nasabah yang kebanyakan gaptek. Apalagi
antrian di kantor selalu penuh dimana nasabahnya tidak sesabar yang
engkau kira (edan!). Jadi aku juga agak kurang setuju dan mengajukan
protes tapi bukan hal yang seperti diharapkan yang didapat malah
celetukan yang bisa dibilang “aink juga ngerti tanpa maneh jelasin”
dengan nada sedikit mengejek. Entah mungkin cuma aku aja yang
berpikiran kayak gitu. Tapi yang jelas aku ga terlalu suka dengan
cara dia memperlakukan aku. Aku mau membantu mendaftarkan layanan
tersebut jika hanya nasabah menanyakan saja. Yang aku tau, nasabah
datang hanya untuk menyelesaikan masalah mereka dengan cepat karena
mereka juga ga punya cukup banyak waktu untuk meladeni basi-basi
kita. Jadi paling yang aku lakukan adalah melakukan apapun sesuai
keadaan. Kalau keadaannya memungkinkan, ya aku lakukan. Paling itu
saja.
No comments:
Post a Comment