Melanjutkan
pembicaraan sebelumnya, jadi hari ini aku dan dia berencana ketemuan
lagi. Awalnya ga mood sih karena perasaan masih ga tenang tapi kalau
ga dibicarain sekarang malah bikin hari-hari selanjutnya ga tenang.
Jadi lebih baik sekarang daripada nanti. Jadi begitu kerjaan udah
beres, aku langsung pergi ke kosan dia but damn di luar hujan jadi
aku kebut aja berharap di daerah sekitar kosannya ga hujan gede dan
bener dong disana cuma gerimis kecil, alhamdulillah. Akupun
memberitahukan perihal kedatanganku dan dia langsung bersiap-siap
untuk pergi. Untuk menyiapkan pertemuan ini, aku membawakan coklat
dan rautan pensil (entah kenapa aku belikan itu =,=') yang dibeli di
hari kemarin ketika menikmati kesendirian yang aku ceritakan
sebelumnya (hueekk) dan kayaknya ceritanya ga lengkap jadi aku cerita
dulu deh. Kemarin aku pergi ke Paris van Java atau disingkat PVJ
untuk pergi ke salah satu toko yang aku suka banget, yaitu Dasio.
Disana menjual menjual berbagai perlengkapan sehari-hari dan rumah
tangga dengan harga yang sama, yaitu Rp. 22.000,-. Dan karena buatan
Jepang (ga semua sih, ada juga buatan Cina, Korea, bahkan India) aku
asumsikan barang-barangnya berkualitas bagus. Kita harus
pinter-pinter milih barang karena baik ukuran besar maupun kecil,
harga sama. Jadi rugi juga sih kalau kita bisa beli barang yang
terdapat disana tapi diluar ada harga yang lebih murah, jadi
berhati-hatilah dan konservatif dalam membeli, guys! Aku kesana pergi
untuk membeli wind chime (gantungan berbentuk kaca yang kalau kena
angin keluar bunyi), punch (pembolong kertas), dan ternyata aku malah
jadi beli barang tambahan seperti termometer ruangan dan kabel
charger untuk Nintendo Dsi milikku. *sigh* Waktu itu aku liat dan
berpikir harga punch terlalu mahal dan mungkin bisa dapat dengan
harga yang lebih murah di Gramedia dana toko buku lainnya. Oke jadi
daftar belanjaanku kali ini adalah kabel charger NDSi, termometer
ruangan, dan wind chime di Daiso, let's move to Gramedia.
@GramediaYesterday
kedatanganku
kali ini untuk membeli punch dan sebuah penggaris kecil yang bisa
muat di tempat pensil kecil. Tapi sebelumnya liat komik-komik dulu
yuk >.< disana aku keingetan dengan komik berjudul GoGoGo to
the West yang di ZOE belum keluar jilid ke-5-nya. Jadi cari dulu deh
dan ternyata ada dong. Tanpa sadar aku beli juga komiknya, hehehe..
komiknya seru bangetlah, ngocok perut –tapi tidak mengocok yang
lain-- bercerita tentang plesetan cerita Kera Sakti –yang dulu
menjadi tontonan wajib anak-anak di salah satu stasiun tv swasta--
dan bergenre komedi dengan sedikit bumbu kesadisan jadi bisa disebut
sebagai black comedy (meureun, wkwkwk). Pokoknya kalau kalian baca
dijamin ngakak tapi aku ragu kalian bisa ngerti leluconnya, peace!
*disawer duit*. Dan aku belilah komik jilid ke-5-nya walaupun jilid
1-4 belum, sekalian liat harga punch disana dan wow ternyata ada yang
murah dan mahal. Yang murah buatan Kenko dengan harga 15k tapi
lubangnya keliatan “sempit” jadi ga muat banyak untuk bisa
melubangi beberapa kertas melainkan satu per satu. Rempong deh, dan
ada lagi yang harganya lumayan mahal (merknya lupa lagi) sekitar 30k
tapi sedikit “longgar” tapi tapi tapi mahal.. T.T yaah kalau gitu
tadi beli aja di Daiso karena keliatannya bisa muat lumayan banyak
dengan harga 22k. FYI punch yang aku cari yang berukuran kecil. Let's
skip dan mencari penggaris kecil yang kebetulan ada dan langsung
ketemu. Trus aku juga kepikiran untuk ngasih sesuatu untuk Risky, dan
ada barang yang membuat aku tertarik, yaitu rautan pensil. Banyak
sekali jenisnya dan lucu-lucu. Yang paling bagus harganya mahal tapi
bagus! Yahh akhirnya aku cari yang harga menengah dan ternyata ada
yang bagus juga, bentuknya flip gitu jadi melindungi bagian
rautannya, sekaligus ada wadah menyimpan bekas rautannya. Kenapa aku
pingin ngasih hal beginian ke dia? Ok jadi begini, aku secara ga
sengaja baca artikel dimana isinya menjelaskan bahwa untuk memberi ke
orang lain ga harus selalu disaat tanggal-tanggal penting seperti
tanggal ultah dan ga juga harus sesuatu yang mahal. Untuk
menyenangkan hati orang ga harus menunggu tanggal tertentu juga,
kan? :) Ok sudah cukup, ayo ke kassa untuk bayar. Diperjalanan menuju
kassa, aku sekalian liat-liat buku dan tertarik dengan satu buku yang
ditemui, yaitu buku tentan desain ruangan interior. Aku berpikir
“ternyata ada juga ya buku kayak gini!”. Waktu diliat bagian
“dalamnya” aku berdecak kagum dengan desain-desainnya. Jadi
pingin punya rumah dengan desain kayak gini. Disitu juga ada rincian
biayanya, wahh buku yang bagus juga cuma ga jadi beli karena alasan
biaya, hehehe.. sayang sekali.
@CreditCardFraud
aku
bekerja di belakang meja seperti biasanya. Dan tiba-tiba pandanganku
teralihkan oleh sesosok orang yang pernah komplain mengenai kartu
kredit yang dia punya. Kejadiannya, dia merasa ga pernah membeli
suatu barang tapi ternyata ada transaksinya. Dan hal itu menyebabkan
dia dimasukkan dalam daftar hitam sehingga dia tidak bisa mengajukan
pinjaman ke bank. Dan dia memang sedang mengajukan pinjaman KPR di
suatu bank dan uangnya sudah masuk sebagian. Diapun mengajukan
komplain dengan membawa seorang kakak yang ternyata bekerja di
perusahaan sekuritas sebagai reporter dan dengan nada sedikit
mengancam bahwa jika tidak diselesaikan ini akan mencemarkan nama
baik perusahaan tempat aku bekerja. Ya sudah aku bantu untuk
menyelesaikan permasalahan tersebut namun hanya sampai sebatas
menyampaikan keluhan saja untuk kemudian keluhan tersebut dikirimkan
ke kantor pusat di Jakarta karena di Bandung belum ada card center
yang bisa melayani permasalahan kartu kredit. Jadi aku meminta dia
untuk bersabar mengenai penyelesaiannya dan walaupun dengan ancaman
kakaknya itu, aku sih berpikir bodo amat toh aku sudah melakukan apa
yang aku bisa sesuai wewenang yang dimiliki. Lanjut ke awal, jadi dia
datang lagi untuk menanyakan permasalahannya setelah sebelumnya
kakaknya lah yang datang tapi tidak mendapat tanggapan dari petugas
yang melayani karena harus orang yang bersangkutan yang mengajukan
komplain. Begitu dia melihat aku, dia langsung menghampiri dan
bertanya dengan keluhannya. Aku pun bertanya juga perihal jawaban
dari kantor pusat bagaimana. Katanya ga ada tanggapan sama sekali.
Lalu aku sarankan tunggu saja dulu sampai tiba dipanggil sesuai
antrian. Dan ketika dilayani oleh rekan kerja aku, dia juga bersedia
membantu dan menanyakan ke kantor pusat. Jawabannya hanya satu.. dia
harus bayar tagihannya. Emang sih kedengerannya kejam, ga transaksi
apa-apa tapi disuruh bayar. Tapi mau gimana lagi, toh masalah kartu
kredit memang dari dulu seperti ini dan belum ada undang-undang yang
jelas mengenai permasalahan kartu kredit ini. Informasi terakhir yang
aku dapat, tagihannya mencapai 4000k sekian dan rekan kerja aku
bernegosiasi supaya bisa dibayar setengahnya supaya tidak terjadi
kredit macet dan sepertinya kantor pusat bersedia dan memberikan
surat bahwa nasabah tersebut sudah tidak termasuk dalam daftar hitam
lagi dan bisa segera mengajukan pinjaman. Fyuh.. akhirnya beres juga,
mudah-mudahan hal seperti ini tidak terjadi lagi.
@HerFeelingNow3
Di
bagian @HerfeelingNow2 perasaan aku ga cerita soal Her deh, malah
cerita soal yang lain =,=' Jadi akhirnya kita ketemuan, kita sempat bercanda dijalan, makan coklat yang aku bawa (manis dan enak!) dan rencananya tadi aku mau ngajak makan di PH atau di Lisung, tapi setelah dipikir-pikir lagi, makanan disana kan lumayan mahal dan perlu banyak saos sedangkan dia ga boleh terlalu banyak makan makanan bersaos karena suatu dan lain hal. Lalu dia menyarankan ke jalan Braga aja karena ada makanan yang murah dan meriah (baca: nasi goreng nanas, red.). Aku akui sih, memang nasgor nanasnya enak banget. Pake nanas lho, NANAS! Jarang kan ada nasi goreng pake nanas. Jadi bagi pecinta kuliner sejati, silahkan mampir ke tempat jual nasgor nanas ini. Jangan berharap tempatnya seperti kafe atau bar karena tempatnya hanya berupa sebuah gerobak dengan meja dan kursi di pinggir gang. Tapi ga masalah kok, tempatnya juga ga kotor-kotor amat, level kebersihan dari 1-10 mungkin level 6. Monggo mampir :) Setelah makan dia berjalan ke arah kafe bernama Braga Huis (tempat biasa orang berfoto, mungkin karena latarnya yang bagus) dan kita memesan minum disana. Dia menanyakan apakah ketika kerja tadi ada masalah. Aku jawab ngga ada, karena memang ga ada hal spesial yang terjadi. Karena ga ada masalah, dia pun mulai ingin membicarakan masalah kemarin (makasih udah mikirin keadaan aku, tapi sebenarnya kurang tepat juga sih. Walaupun hari ini aku ga ada masalah, masalahnya keadaan aku udah cape & ga mau dengar hal-hal berat seperti itu, mungkin semua orang juga demikian). Dia bilang ... hmmm... uhhhh... hehehe.. kayaknya yang ginian ga usah dikasih tau ya, persoalan yang top secret sih, ahahahaha.. Pokoknya masalah udah selesai, kita juga sudah berkomitmen untuk tidak mengulangi masalah yang sama. Aandd.. Case closed! *clap clap clap*
No comments:
Post a Comment