Saturday, April 6, 2013

Day #5413

@HerFeelingNow2
Melanjutkan pembicaraan sebelumnya, jadi hari ini aku dan dia berencana ketemuan lagi. Awalnya ga mood sih karena perasaan masih ga tenang tapi kalau ga dibicarain sekarang malah bikin hari-hari selanjutnya ga tenang. Jadi lebih baik sekarang daripada nanti. Jadi begitu kerjaan udah beres, aku langsung pergi ke kosan dia but damn di luar hujan jadi aku kebut aja berharap di daerah sekitar kosannya ga hujan gede dan bener dong disana cuma gerimis kecil, alhamdulillah. Akupun memberitahukan perihal kedatanganku dan dia langsung bersiap-siap untuk pergi. Untuk menyiapkan pertemuan ini, aku membawakan coklat dan rautan pensil (entah kenapa aku belikan itu =,=') yang dibeli di hari kemarin ketika menikmati kesendirian yang aku ceritakan sebelumnya (hueekk) dan kayaknya ceritanya ga lengkap jadi aku cerita dulu deh. Kemarin aku pergi ke Paris van Java atau disingkat PVJ untuk pergi ke salah satu toko yang aku suka banget, yaitu Dasio. Disana menjual menjual berbagai perlengkapan sehari-hari dan rumah tangga dengan harga yang sama, yaitu Rp. 22.000,-. Dan karena buatan Jepang (ga semua sih, ada juga buatan Cina, Korea, bahkan India) aku asumsikan barang-barangnya berkualitas bagus. Kita harus pinter-pinter milih barang karena baik ukuran besar maupun kecil, harga sama. Jadi rugi juga sih kalau kita bisa beli barang yang terdapat disana tapi diluar ada harga yang lebih murah, jadi berhati-hatilah dan konservatif dalam membeli, guys! Aku kesana pergi untuk membeli wind chime (gantungan berbentuk kaca yang kalau kena angin keluar bunyi), punch (pembolong kertas), dan ternyata aku malah jadi beli barang tambahan seperti termometer ruangan dan kabel charger untuk Nintendo Dsi milikku. *sigh* Waktu itu aku liat dan berpikir harga punch terlalu mahal dan mungkin bisa dapat dengan harga yang lebih murah di Gramedia dana toko buku lainnya. Oke jadi daftar belanjaanku kali ini adalah kabel charger NDSi, termometer ruangan, dan wind chime di Daiso, let's move to Gramedia.

@GramediaYesterday
kedatanganku kali ini untuk membeli punch dan sebuah penggaris kecil yang bisa muat di tempat pensil kecil. Tapi sebelumnya liat komik-komik dulu yuk >.< disana aku keingetan dengan komik berjudul GoGoGo to the West yang di ZOE belum keluar jilid ke-5-nya. Jadi cari dulu deh dan ternyata ada dong. Tanpa sadar aku beli juga komiknya, hehehe.. komiknya seru bangetlah, ngocok perut –tapi tidak mengocok yang lain-- bercerita tentang plesetan cerita Kera Sakti –yang dulu menjadi tontonan wajib anak-anak di salah satu stasiun tv swasta-- dan bergenre komedi dengan sedikit bumbu kesadisan jadi bisa disebut sebagai black comedy (meureun, wkwkwk). Pokoknya kalau kalian baca dijamin ngakak tapi aku ragu kalian bisa ngerti leluconnya, peace! *disawer duit*. Dan aku belilah komik jilid ke-5-nya walaupun jilid 1-4 belum, sekalian liat harga punch disana dan wow ternyata ada yang murah dan mahal. Yang murah buatan Kenko dengan harga 15k tapi lubangnya keliatan “sempit” jadi ga muat banyak untuk bisa melubangi beberapa kertas melainkan satu per satu. Rempong deh, dan ada lagi yang harganya lumayan mahal (merknya lupa lagi) sekitar 30k tapi sedikit “longgar” tapi tapi tapi mahal.. T.T yaah kalau gitu tadi beli aja di Daiso karena keliatannya bisa muat lumayan banyak dengan harga 22k. FYI punch yang aku cari yang berukuran kecil. Let's skip dan mencari penggaris kecil yang kebetulan ada dan langsung ketemu. Trus aku juga kepikiran untuk ngasih sesuatu untuk Risky, dan ada barang yang membuat aku tertarik, yaitu rautan pensil. Banyak sekali jenisnya dan lucu-lucu. Yang paling bagus harganya mahal tapi bagus! Yahh akhirnya aku cari yang harga menengah dan ternyata ada yang bagus juga, bentuknya flip gitu jadi melindungi bagian rautannya, sekaligus ada wadah menyimpan bekas rautannya. Kenapa aku pingin ngasih hal beginian ke dia? Ok jadi begini, aku secara ga sengaja baca artikel dimana isinya menjelaskan bahwa untuk memberi ke orang lain ga harus selalu disaat tanggal-tanggal penting seperti tanggal ultah dan ga juga harus sesuatu yang mahal. Untuk menyenangkan hati orang ga harus menunggu tanggal tertentu juga, kan? :) Ok sudah cukup, ayo ke kassa untuk bayar. Diperjalanan menuju kassa, aku sekalian liat-liat buku dan tertarik dengan satu buku yang ditemui, yaitu buku tentan desain ruangan interior. Aku berpikir “ternyata ada juga ya buku kayak gini!”. Waktu diliat bagian “dalamnya” aku berdecak kagum dengan desain-desainnya. Jadi pingin punya rumah dengan desain kayak gini. Disitu juga ada rincian biayanya, wahh buku yang bagus juga cuma ga jadi beli karena alasan biaya, hehehe.. sayang sekali.

@CreditCardFraud
aku bekerja di belakang meja seperti biasanya. Dan tiba-tiba pandanganku teralihkan oleh sesosok orang yang pernah komplain mengenai kartu kredit yang dia punya. Kejadiannya, dia merasa ga pernah membeli suatu barang tapi ternyata ada transaksinya. Dan hal itu menyebabkan dia dimasukkan dalam daftar hitam sehingga dia tidak bisa mengajukan pinjaman ke bank. Dan dia memang sedang mengajukan pinjaman KPR di suatu bank dan uangnya sudah masuk sebagian. Diapun mengajukan komplain dengan membawa seorang kakak yang ternyata bekerja di perusahaan sekuritas sebagai reporter dan dengan nada sedikit mengancam bahwa jika tidak diselesaikan ini akan mencemarkan nama baik perusahaan tempat aku bekerja. Ya sudah aku bantu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut namun hanya sampai sebatas menyampaikan keluhan saja untuk kemudian keluhan tersebut dikirimkan ke kantor pusat di Jakarta karena di Bandung belum ada card center yang bisa melayani permasalahan kartu kredit. Jadi aku meminta dia untuk bersabar mengenai penyelesaiannya dan walaupun dengan ancaman kakaknya itu, aku sih berpikir bodo amat toh aku sudah melakukan apa yang aku bisa sesuai wewenang yang dimiliki. Lanjut ke awal, jadi dia datang lagi untuk menanyakan permasalahannya setelah sebelumnya kakaknya lah yang datang tapi tidak mendapat tanggapan dari petugas yang melayani karena harus orang yang bersangkutan yang mengajukan komplain. Begitu dia melihat aku, dia langsung menghampiri dan bertanya dengan keluhannya. Aku pun bertanya juga perihal jawaban dari kantor pusat bagaimana. Katanya ga ada tanggapan sama sekali. Lalu aku sarankan tunggu saja dulu sampai tiba dipanggil sesuai antrian. Dan ketika dilayani oleh rekan kerja aku, dia juga bersedia membantu dan menanyakan ke kantor pusat. Jawabannya hanya satu.. dia harus bayar tagihannya. Emang sih kedengerannya kejam, ga transaksi apa-apa tapi disuruh bayar. Tapi mau gimana lagi, toh masalah kartu kredit memang dari dulu seperti ini dan belum ada undang-undang yang jelas mengenai permasalahan kartu kredit ini. Informasi terakhir yang aku dapat, tagihannya mencapai 4000k sekian dan rekan kerja aku bernegosiasi supaya bisa dibayar setengahnya supaya tidak terjadi kredit macet dan sepertinya kantor pusat bersedia dan memberikan surat bahwa nasabah tersebut sudah tidak termasuk dalam daftar hitam lagi dan bisa segera mengajukan pinjaman. Fyuh.. akhirnya beres juga, mudah-mudahan hal seperti ini tidak terjadi lagi.

@HerFeelingNow3
Di bagian @HerfeelingNow2 perasaan aku ga cerita soal Her deh, malah cerita soal yang lain =,=' Jadi akhirnya kita ketemuan, kita sempat bercanda dijalan, makan coklat yang aku bawa (manis dan enak!) dan rencananya tadi aku mau ngajak makan di PH atau di Lisung, tapi setelah dipikir-pikir lagi, makanan disana kan lumayan mahal dan perlu banyak saos sedangkan dia ga boleh terlalu banyak makan makanan bersaos karena suatu dan lain hal. Lalu dia menyarankan ke jalan Braga aja karena ada makanan yang murah dan meriah (baca: nasi goreng nanas, red.). Aku akui sih, memang nasgor nanasnya enak banget. Pake nanas lho, NANAS! Jarang kan ada nasi goreng pake nanas. Jadi bagi pecinta kuliner sejati, silahkan mampir ke tempat jual nasgor nanas ini. Jangan berharap tempatnya seperti kafe atau bar karena tempatnya hanya berupa sebuah gerobak dengan meja dan kursi di pinggir gang. Tapi ga masalah kok, tempatnya juga ga kotor-kotor amat, level kebersihan dari 1-10 mungkin level 6. Monggo mampir :) Setelah makan dia berjalan ke arah kafe bernama Braga Huis (tempat biasa orang berfoto, mungkin karena latarnya yang bagus) dan kita memesan minum disana. Dia menanyakan apakah ketika kerja tadi ada masalah. Aku jawab ngga ada, karena memang ga ada hal spesial yang terjadi. Karena ga ada masalah, dia pun mulai ingin membicarakan masalah kemarin (makasih udah mikirin keadaan aku, tapi sebenarnya kurang tepat juga sih. Walaupun hari ini aku ga ada masalah, masalahnya keadaan aku udah cape & ga mau dengar hal-hal berat seperti itu, mungkin semua orang juga demikian). Dia bilang ... hmmm... uhhhh... hehehe.. kayaknya yang ginian ga usah dikasih tau ya, persoalan yang top secret sih, ahahahaha.. Pokoknya masalah udah selesai, kita juga sudah berkomitmen untuk tidak mengulangi masalah yang sama. Aandd.. Case closed! *clap clap clap*

No comments:

Post a Comment