Monday, April 22, 2013

#Day 16413


@HeaveHo!
Hari ini aku merasa berat dari hari ke hari (?). Ga tau kenapa ya. Mungkin karena tengah bulan uang udah hampir habis (pangandaran tragedy,banyak jajan dan belanja) atau karena udah mulai jenuh. Tapi yang jelas, aku ga bisa ngeluh terus dan ga melakukan apa-apa tapi terus melakukan rutinitas ini. Ga ada salahnya juga, karena dengan bekerja dosa-dosa kita berguguran. Aku teringat oleh quote yang disampaikan oleh pak ustad sewaktu ceramah di kantor setelah selesai bekerja yang katanya ada dosa yang tidak bisa dihapus walaupun kita sudah beribadah sepanjang waktu, dan hanya dengan bekerja dosa tersebut bisa dihapus. Mungkin aku akan teringat terus dengan kata-kata tersebut bahwa bekerja juga termasuk ibadah, menolong orang yang kesulitan juga ibadah, dan rejeki tiap bulan termasuk reward dari ibadah tersebut :P aamiin ya Allah, berkahilah hari-hari kami dengan kebaikan.


@Erna'sArrival
Damn! We meet again. Aku males ketemu dia. Kenapa? Karena dia yang membuat aku pindah dari kantor yang dimana aku sudah merasa nyaman ke tempat baru yang aku belum tau situasinya. Kenapa aku dipindahin? Ya kata dia karena aku ga kompeten untuk bisa ikut survei untuk perusahaan. Sebenarnya perasaanku campur aduk antara bingung dan senang. Bingung karena aku sudah mulai merasa nyaman dengan keadaan kantor yang friendly dan senang karena tempat kerja dekat dengan kantor. Aku sudah belajar mati-matian supaya bisa ikut menghadapi survei bersama-sama. Tiap hari diwaktu pagi, aku latihan berbicara di depan kaca, baca tentang semua produk dan membuat resumenya, mengumpulkan bahan-bahan ajar, dsb. Tapi hasilnya aku ga dipercaya sama sekali. Well memang salah aku juga sih. Pekerjaan aku menuntut supaya aku melakukan yang aku ga suka. Sehingga aku ga bisa maksimal. Tapi setidaknya aku sudah berusaha sampai sejauh itu dan jarang-jarang aku melakukannya. Dengan ada berita bahwa aku tidak masuk seleksi membuat keadaan jadi down dan males buat meneruskan. Semua usaha yang aku lakukan seakan sia-sia saja. Ini juga terjadi dengan teman kerja aku apalagi dia dipindahkan lebih dulu dan usahanya mungkin lebih besar daripada aku. Aku ngerti perasaan dia karena kita mengalami keadaan yang sama. Aku merasa sakit hati dengan keputusan itu. Sampai sekarang aku tetap merasa malasa untuk belajar lagi.. jadi kembali ke topik awal, dia datang untuk mengajarkan hal baru kepada kami. Begitu aku dengar berita itu, aku malas banget. Ngapain sih datang? Bawa berita bahwa aku bakal dipindahin lagi ke tempat semula? Kalian pikir aku ini barang sewaan yang bisa diperlakukan seenak perutnya aja? Ingat kami ini manusia sama seperti kalian, punya hati, apa kalian ga punya hati dalam memutuskan sebuah perkara? Pikirkan persaan orang lain juga dong, demiiiii tuhaaaannn! Aku ga rela...!!!

No comments:

Post a Comment