@HeaveHo!
Hari ini
aku merasa berat dari hari ke hari (?). Ga tau kenapa ya. Mungkin
karena tengah bulan uang udah hampir habis (pangandaran
tragedy,banyak jajan dan belanja) atau karena udah mulai jenuh. Tapi
yang jelas, aku ga bisa ngeluh terus dan ga melakukan apa-apa tapi
terus melakukan rutinitas ini. Ga ada salahnya juga, karena dengan
bekerja dosa-dosa kita berguguran. Aku teringat oleh quote yang
disampaikan oleh pak ustad sewaktu ceramah di kantor setelah selesai
bekerja yang katanya ada dosa yang tidak bisa dihapus walaupun kita
sudah beribadah sepanjang waktu, dan hanya dengan bekerja dosa
tersebut bisa dihapus. Mungkin aku akan teringat terus dengan
kata-kata tersebut bahwa bekerja juga termasuk ibadah, menolong orang
yang kesulitan juga ibadah, dan rejeki tiap bulan termasuk reward
dari ibadah tersebut :P aamiin ya Allah, berkahilah hari-hari kami
dengan kebaikan.
@Erna'sArrival
Damn! We
meet again. Aku males ketemu dia. Kenapa? Karena dia yang membuat aku
pindah dari kantor yang dimana aku sudah merasa nyaman ke tempat baru
yang aku belum tau situasinya. Kenapa aku dipindahin? Ya kata dia
karena aku ga kompeten untuk bisa ikut survei untuk perusahaan.
Sebenarnya perasaanku campur aduk antara bingung dan senang. Bingung
karena aku sudah mulai merasa nyaman dengan keadaan kantor yang
friendly dan senang karena tempat kerja dekat dengan kantor. Aku
sudah belajar mati-matian supaya bisa ikut menghadapi survei
bersama-sama. Tiap hari diwaktu pagi, aku latihan berbicara di depan
kaca, baca tentang semua produk dan membuat resumenya, mengumpulkan
bahan-bahan ajar, dsb. Tapi hasilnya aku ga dipercaya sama sekali.
Well memang salah aku juga sih. Pekerjaan aku menuntut supaya aku
melakukan yang aku ga suka. Sehingga aku ga bisa maksimal. Tapi
setidaknya aku sudah berusaha sampai sejauh itu dan jarang-jarang aku
melakukannya. Dengan ada berita bahwa aku tidak masuk seleksi membuat
keadaan jadi down dan males buat meneruskan. Semua usaha yang aku
lakukan seakan sia-sia saja. Ini juga terjadi dengan teman kerja aku
apalagi dia dipindahkan lebih dulu dan usahanya mungkin lebih besar
daripada aku. Aku ngerti perasaan dia karena kita mengalami keadaan
yang sama. Aku merasa sakit hati dengan keputusan itu. Sampai
sekarang aku tetap merasa malasa untuk belajar lagi.. jadi kembali ke
topik awal, dia datang untuk mengajarkan hal baru kepada kami. Begitu
aku dengar berita itu, aku malas banget. Ngapain sih datang? Bawa
berita bahwa aku bakal dipindahin lagi ke tempat semula? Kalian pikir
aku ini barang sewaan yang bisa diperlakukan seenak perutnya aja?
Ingat kami ini manusia sama seperti kalian, punya hati, apa kalian ga
punya hati dalam memutuskan sebuah perkara? Pikirkan persaan orang
lain juga dong, demiiiii tuhaaaannn! Aku ga rela...!!!
No comments:
Post a Comment