@Gowess!
Yup hari
ini aku bersepeda lagi di acara bersepeda antar perusahaan perbankan.
Biasanya rutin diadakan sebulan sekali dan tuan rumahnya bergantian.
Dan kali ini giliran kami sebagai tuan rumah :) Jadi acaranya
diadakan di daerah sekitar alun-alun bandung hari ini dimulai pada
jam 7 pagi. Aku pun janjian dengan atasan yang kebetulan mengajak dan
bersedia mendaftarkan untuk berangkat bersama keesokan harinya jam 6
pagi but damn aku bangun kesiangan dan sampai jam 6 lebih. Mereka
sudah berangkat lebih dulu. Dalam hati aku berpikir ga akan berangkat
saja lah karena jauh, tapi aku udah berjanji akan ikut dan aku paling
ga bisa melanggar janji. Jadi karena janji aku akhirnya ikut, dengan
sekuat tenaga aku gowes sepeda dari Batujajar ke Cimahi, dan dari
Cimahi ke jalan Asia Afrika. Begitu sampai sana aku coba telepon
atasan aku tersebut tapi tidak diangkat-angkat, dan akhirnya aku
nekat masuk saja dan kebetulan beliau ada disana dan langsung
menemuinya. Thanks God! Aku pun diberi sarapan karena memang udah
jatahnya :P dan beristirahat sebentar. Aku pun sedikit bersilaturahmi
dengan para pegawai disana, rasanya kangen juga sih, hehehe. Acara
ini juga dilengkapi dengan “hadiah pintu” berupa sepeda dan
lain-lain dan berharap bakal dapat tapi selama ikut hal macam
beginian, aku ga pernah dapat. +_+ Akhirnya aku ikut saja acaranya.
Rutenya melalui jalan-jalanan padat di kota, tapi ternyata lumayan
ringan dan sampai finish dalam waktu yang tidak lama. Setelah sampai
aku pun menukarkan tiket yang diberikan sewaktu pendaftaran dengan
berbagai macam makanan. Aku tukar saja semua karena lapar. Dan
istirahat sambil menikmati acara. Tapi ada kejadian menarik yang
menghantui pikiranku (jyah), yaitu sewaktu mengantri ada atasan aku
bagian SDM yang menanyakan perihal kepindahan aku ke tempat kerja
asal, aku jawab “duka” (Sunda: ga tau, red.) dan dia terlihat
sedikit bengong lalu berkata lagi “iya memang sekarang lagi ada
mapping juga tentang tempat kerja pegawai dengan domisili” Ngeles
wae lah, aku mah paduli teuing. Mudah-mudahan we bener, wkwkwkwkwk.
Dan satu lagi, ketika lagu-lagu sunda dibawakan, ada seorang ibu
paruh baya yang tiba-tiba masuk dan menari sesuai alunan. Tariannya
bagus sekali, luwes dan mengalir. Diperhatikan kembali ternyata dia
orang yang stres (gila lu ndro, red.) tapi jago menari. Jadi akhirnya
dia menari terus sampai pada akhirnya sewaktu melihat ada kamera yang
merekam hal tersebut dia merasa terganggu dan terlihat panik. Aku ga
tau ada apa yang terjadi dimasa lalunya dan kamera tapi yang jelas
dia merasa ketakutan melihat kamera tersebut. Pada akhirnya, karena
ditakutkan terjadi hal yang tidak diinginkan, dia diusir secara halus
oleh petugas sekuriti disana. Ada ada saja.
No comments:
Post a Comment