Wednesday, April 10, 2013

#Day 8413


@HoleInTheFire!
Sewaktu berangkat kerja dengan mengendarai sepeda motor lagi-lagi aku melindas lubang yang cukup dalam di jalan raya. Walaupun udah sempat menghindar tapi tetap saja, mau ga mau harus dilalui dan untungnya ga jatuh lagi seperti kejadian tempo hari. Cukup tingginya curah hujan kemungkinan sebagai penyebab banyaknya lubang di jalan tapi ini juga bukan alasan bagi pemerintah untuk berdiam diri saja. Apa perlu tumbal dulu agar lubang-lubang itu untuk bisa diperbaiki? Terus mana hasil pajak yang telah kami bayarkan? (protes karena udah mulai bayar pajak dari gaji, damn.) Untuk memperbaikinya kan ga perlu nunggu banyak lubang dulu, tapi sedikit demi sedikit apa salahnya. Biaya juga bukan dari kas negara tapi dari pajak kan? Mudah-mudahan mereka cepat disadarkan dengan adanya ketidakseimbangan yang terjadi saat ini.

@TheMoneyIsGoneGeneral!
Ada lagi kejadian yang aneh hari ini. Bukan aneh sih tapi diluar hal normal aja (iya itu juga aneh!). Ga begitu aneh juga sih.. (cukup!) Jadi begini, sewaktu jam kerja udah mulai memasuki masa injury time, tiba-tiba datang seorang bapak-bapak yang meminta untuk mencetakkan buku tabungannya. Sewaktu dicetak, dia memeriksa hasil cetakannya dan protes mengenai dana ditabungannya yang berkurang padahal dia tidak pernah sama sekali mengambilnya. Waktu aku tanya apakah dia pernah dibuatkan kartu ATM, katanya pernah tapi ga tau kemana sekarang (damn). Lalu aku bantu saja sih dengan dibuatkan komplainnya, memblokir kartu ATM-nya, dan menjanjikan agar bisa diperlihatkan rekaman CCTV di ATM tempat uang-uangnya diambil. Dana yang diambil total mencapai Rp. 18 juta sekian dan anehnya hanya terjadi di satu bulan saja, yaitu bulan Oktober. Dana diambil dari ATM sedikit demi sedikit. Aku curiganya sih orang “dalam celana”, mungkin antara keluarga atau orang yang dipercaya, tapi let's see which is true, soon...

No comments:

Post a Comment