Monday, April 22, 2013

#Day 21413


@WithYou
Hari ini lumayan lelah juga, apalagi kemarin beres sepedahan yang menguras banyak tenaga dan waktu. Jadi agendanya mulai jam 11 siang adalah potong rambut (aku yang dipotong, dia nganter, asa tibalik nya?), lalu ke ITB karena ada acara jejepangan dan bertemu kawan, lalu ke toko keramik untuk membeli beberapa barang, pergi ke Museum KAA dan terakhir ke Jco untuk minum kopi. Namun tetap aja walaupun aku udah merencanakan seperti itu, semua berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan, seperti: Kita janjian jam 11 dan aku berharap dia menunggu aku di tempat yang sudah dijanjikan. Aku sengaja dari jarak yang lumayan jauh untuk bilang bahwa aku sebentar lagi mau sampai tapi pada akhirnya dia telat juga. Agak menyebalkan juga sih. Tapi biar lah, agak susah merubah habbit seseorang jadi yang bisa aku lakukan cuma sabar. Lalu waktu sedang potong rambut, tiba-tiba hujan besar sehingga aku tidak jadi datang ke ITB karena ehm males (acaranya pasti gitu-gitu aja) aku pun bilang untuk tidak jadi datang kesana dan akhirnya langsung saja ke Museum KAA. Disana sedang ada acara untuk memperingati ulang tahun museum tersebut yang ke-58. Disana kami diperbolehkan masuk dan menikmati acaranya. Aku sepertinya baru pertama kali masuk sana dan waw.. ruangannya keren banget! Disana diperlihatkan berbagai macam sejarah tentang museum tersebut hingga berbagai macam replika dan sejarahnya. Mudah-mudahan museum tersebut bisa terawat hingga seterusnya sebagai bahan sejarah yang tidak akan terlupakan tentang perjuangan para pahlawan jaman dahulu. Dan setelah itu, kami pergi makan dan berjalan-jalan ke Ciwalk untuk ke Jco (menikmati kopi) dan bersantai. Sebelumnya kami melihat-lihat barang obralan dan dia (R) berniat untuk membeli sepotong pakaian. Tapi malah kejadian kebalikannya. Maap ea.. >.< Setelah itu, kami minum kopi, bersantai, dan pulang. Let's call it a day and this writing ends now at 12:14 am. Good nite, sleep tight :)

#Day 20413


@Gowess!
Yup hari ini aku bersepeda lagi di acara bersepeda antar perusahaan perbankan. Biasanya rutin diadakan sebulan sekali dan tuan rumahnya bergantian. Dan kali ini giliran kami sebagai tuan rumah :) Jadi acaranya diadakan di daerah sekitar alun-alun bandung hari ini dimulai pada jam 7 pagi. Aku pun janjian dengan atasan yang kebetulan mengajak dan bersedia mendaftarkan untuk berangkat bersama keesokan harinya jam 6 pagi but damn aku bangun kesiangan dan sampai jam 6 lebih. Mereka sudah berangkat lebih dulu. Dalam hati aku berpikir ga akan berangkat saja lah karena jauh, tapi aku udah berjanji akan ikut dan aku paling ga bisa melanggar janji. Jadi karena janji aku akhirnya ikut, dengan sekuat tenaga aku gowes sepeda dari Batujajar ke Cimahi, dan dari Cimahi ke jalan Asia Afrika. Begitu sampai sana aku coba telepon atasan aku tersebut tapi tidak diangkat-angkat, dan akhirnya aku nekat masuk saja dan kebetulan beliau ada disana dan langsung menemuinya. Thanks God! Aku pun diberi sarapan karena memang udah jatahnya :P dan beristirahat sebentar. Aku pun sedikit bersilaturahmi dengan para pegawai disana, rasanya kangen juga sih, hehehe. Acara ini juga dilengkapi dengan “hadiah pintu” berupa sepeda dan lain-lain dan berharap bakal dapat tapi selama ikut hal macam beginian, aku ga pernah dapat. +_+ Akhirnya aku ikut saja acaranya. Rutenya melalui jalan-jalanan padat di kota, tapi ternyata lumayan ringan dan sampai finish dalam waktu yang tidak lama. Setelah sampai aku pun menukarkan tiket yang diberikan sewaktu pendaftaran dengan berbagai macam makanan. Aku tukar saja semua karena lapar. Dan istirahat sambil menikmati acara. Tapi ada kejadian menarik yang menghantui pikiranku (jyah), yaitu sewaktu mengantri ada atasan aku bagian SDM yang menanyakan perihal kepindahan aku ke tempat kerja asal, aku jawab “duka” (Sunda: ga tau, red.) dan dia terlihat sedikit bengong lalu berkata lagi “iya memang sekarang lagi ada mapping juga tentang tempat kerja pegawai dengan domisili” Ngeles wae lah, aku mah paduli teuing. Mudah-mudahan we bener, wkwkwkwkwk. Dan satu lagi, ketika lagu-lagu sunda dibawakan, ada seorang ibu paruh baya yang tiba-tiba masuk dan menari sesuai alunan. Tariannya bagus sekali, luwes dan mengalir. Diperhatikan kembali ternyata dia orang yang stres (gila lu ndro, red.) tapi jago menari. Jadi akhirnya dia menari terus sampai pada akhirnya sewaktu melihat ada kamera yang merekam hal tersebut dia merasa terganggu dan terlihat panik. Aku ga tau ada apa yang terjadi dimasa lalunya dan kamera tapi yang jelas dia merasa ketakutan melihat kamera tersebut. Pada akhirnya, karena ditakutkan terjadi hal yang tidak diinginkan, dia diusir secara halus oleh petugas sekuriti disana. Ada ada saja.

#Day 19413


@MoveOut
Aku galau tentang kepindahan yang katanya akan terjadi. Jadi katanya aku bakal dipindahin kembali ke tempat asal. Asli pas denger itu jadi males rasanya. Apalagi aku udah ngerasa nyaman dengan tempat kerja yang baru. Kenapa sih setiap aku ngerasa nyaman dengan sesuatu, sesaat kemudian kenyamanan tersebut direnggut? Ga gampang beradaptasi dengan lingkungan baru tapi mereka seolah-olah menganggap hal itu hal yang biasa. Mudah-mudahan ga jadi aja deh, dan aku bisa terus bekerja di tempat ini (aamiin). Tapi aku juga ngerasa ga enak karena ada atasan yang memang mendukung aku, ingin aku kembali kesana. Karena mungkin dia ngerasa ga enak perihal meminta aku pindah ke tempat kerja itu. Aku sebenarnya ga terlalu menganggap pusing masalah itu, aku bahkan merasa senang dengan tempat kerja baru yang dekat dengan rumah sehingga bisa pulang cepat juga. Jadi “ibu ga usah khawatir, kalau memang ibu merasa bertanggung jawab atas apa yang pernah ibu lakukan, aku ga terlalu ambil pusing. Aku cukup bahagia disini. Mudah-mudahan rekan kerja yang bertukar tempat denganku disana lebih baik daripada aku. Aku ikhlas kok :)”

@SuddenlyChores
Aku udah pernah bilang bahwa aku benci sesuatu yang mendadak. Sama dengan tugas yang diberikan begitu aku ada janji dengan (R) diwaktu yang sama. Kenapa sih ga kemarin-kemarin? Ya aku akui kemarin memang ada roleplay dan jadi ga bisa. Oh well, mau ga mau harus dilakukan secepat mungkin, dan I beg your pardon, dear. I may be a little bit late, so please be patient ok? I'll be there as soon as I can.

#Day 18413


@RoleplayGetMcD
Ada enaknya juga tiap roleplay diadakan. Selalu dikasih makanan yang enak termasuk ya ehm McD. Setidaknya itu hal positif yang didapat. Aku ga terlalu suka roleplay tapi apa boleh buat, itu bagian dari kerjaan dan mau ga mau harus dilakukan. Tapi yang penting makanannya masberoooo... :D

#Day 17413


@BossWish
Hari ini ada aja kejadian yang unpredictable. Tiba-tiba teman aku telepon jam 10 malam mengatakan bahwa aku harus melakukan roleplay besok pagi. Syok langsung dong, apalagi keadaan udah mau tidur tapi malah jadi ga bisa tidur. Fcuk man! Bisa ga sih kalau ngasih perintah itu minimal sehari sebelumnya? Kan setidaknya aku bisa siap-siap dulu apalagi aku kan udah roleplay kemarinnya? Masa harus roleplay lagi? Gila lu ndro! Hmph, jadi akhirnya terpaksa mau dengan keadaan yang masih ngantuk dan bingung harus apa, apalagi harus menjelaskan topik yang tidak terlalu dikuasai. Anjirr.. teman-teman yang lain juga bukannya ngasih support but pressure. Tapi ya aku bersyukur masih ada yang mau bantu, makasih ya ceu. Akhirnya dengan persiapan seadanya aku pasrah, menjelaskan juga seadanya dan secepatnya. Semua lancar tanpa hambatan walaupun akhirnya kena kritikan juga tapi aku melakukannya juga karena waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi (mulai jam pelayanan). Apa boleh buat, dadakan itu hasilnya tidak selalu bagus. Hmph.

#Day 16413


@HeaveHo!
Hari ini aku merasa berat dari hari ke hari (?). Ga tau kenapa ya. Mungkin karena tengah bulan uang udah hampir habis (pangandaran tragedy,banyak jajan dan belanja) atau karena udah mulai jenuh. Tapi yang jelas, aku ga bisa ngeluh terus dan ga melakukan apa-apa tapi terus melakukan rutinitas ini. Ga ada salahnya juga, karena dengan bekerja dosa-dosa kita berguguran. Aku teringat oleh quote yang disampaikan oleh pak ustad sewaktu ceramah di kantor setelah selesai bekerja yang katanya ada dosa yang tidak bisa dihapus walaupun kita sudah beribadah sepanjang waktu, dan hanya dengan bekerja dosa tersebut bisa dihapus. Mungkin aku akan teringat terus dengan kata-kata tersebut bahwa bekerja juga termasuk ibadah, menolong orang yang kesulitan juga ibadah, dan rejeki tiap bulan termasuk reward dari ibadah tersebut :P aamiin ya Allah, berkahilah hari-hari kami dengan kebaikan.


@Erna'sArrival
Damn! We meet again. Aku males ketemu dia. Kenapa? Karena dia yang membuat aku pindah dari kantor yang dimana aku sudah merasa nyaman ke tempat baru yang aku belum tau situasinya. Kenapa aku dipindahin? Ya kata dia karena aku ga kompeten untuk bisa ikut survei untuk perusahaan. Sebenarnya perasaanku campur aduk antara bingung dan senang. Bingung karena aku sudah mulai merasa nyaman dengan keadaan kantor yang friendly dan senang karena tempat kerja dekat dengan kantor. Aku sudah belajar mati-matian supaya bisa ikut menghadapi survei bersama-sama. Tiap hari diwaktu pagi, aku latihan berbicara di depan kaca, baca tentang semua produk dan membuat resumenya, mengumpulkan bahan-bahan ajar, dsb. Tapi hasilnya aku ga dipercaya sama sekali. Well memang salah aku juga sih. Pekerjaan aku menuntut supaya aku melakukan yang aku ga suka. Sehingga aku ga bisa maksimal. Tapi setidaknya aku sudah berusaha sampai sejauh itu dan jarang-jarang aku melakukannya. Dengan ada berita bahwa aku tidak masuk seleksi membuat keadaan jadi down dan males buat meneruskan. Semua usaha yang aku lakukan seakan sia-sia saja. Ini juga terjadi dengan teman kerja aku apalagi dia dipindahkan lebih dulu dan usahanya mungkin lebih besar daripada aku. Aku ngerti perasaan dia karena kita mengalami keadaan yang sama. Aku merasa sakit hati dengan keputusan itu. Sampai sekarang aku tetap merasa malasa untuk belajar lagi.. jadi kembali ke topik awal, dia datang untuk mengajarkan hal baru kepada kami. Begitu aku dengar berita itu, aku malas banget. Ngapain sih datang? Bawa berita bahwa aku bakal dipindahin lagi ke tempat semula? Kalian pikir aku ini barang sewaan yang bisa diperlakukan seenak perutnya aja? Ingat kami ini manusia sama seperti kalian, punya hati, apa kalian ga punya hati dalam memutuskan sebuah perkara? Pikirkan persaan orang lain juga dong, demiiiii tuhaaaannn! Aku ga rela...!!!

#Day 15413


Sorry loncat 1 hari, tanggal 14 aku benar-benar lupa ada kejadian apa yang terjadi. Payah Payah =_='

@CleaningJob
Seperti biasa, aku datang ke kantor jam 7 kurang, tujuannya supaya ga telat (masuk paling telat jam 7 lebih 30 menit) dan supaya bisa shalat dhuha dulu. Karena jam 7.20 pasti dimulai dengan acara doa pagi bersama, daripada dipakai waktu selama 20 menit itu untuk ngelamun lebih baik untuk sesuatu yang berguna dan bermanfaat, iya ga? :D Begitu sampai aku langsung berangkat ke 2 mesin absensi untuk menghindari terjadinya gangguan di salah satu mesin. Begitu sudah absen, langsung berangkat ke mushala untuk shalat tea, but wow.. ternyata ruangannya lagi dibersihin. Dang it! Kenapa sih petugas cleaning service itu ga datang lebih pagi lagi? Ya sudahlah, mereka juga manusia. Akhirnya tanpa ketahuan mereka aku diam-diam pergi dari situ dan pergi menuju ruang mushala lantai 2 dan akhirnya shalat disana. Aku mau cerita-cerita sedikit ya tentang mereka (tidak bermaksud menjelek-jelekkan mereka juga tapi itu kenyataannya). Biasanya mereka istirahat di depan mushala itu. Dan luar biasa, obrolan mereka itu keras-keras banget dan bisa dibilang mengganggu yang lagi shalat (aink contona). Sebenarnya ga cuma mereka aja sih, tapi orang lain termasuk para pegawai yang menunaikan shalat juga (khususnya perempuan). Mushala itu kan tempat shalat, dan orang yang shalat itu butuh ketenangan untuk konsentrasi beribadah, bisa ga mereka nyadar dikit tentang hal itu? Apa mereka menganggap orang shalat itu cuma sekedar baca bacaan arab dan melakukan gerakan yang sudah ditetapkan? Apa cuma itu? Kalau gitu mending ga usah shalat sekalian karena usaha kalian semua meaningless. Apalagi disitu ada larangan untuk makan di mushala tapi tetap saja dilanggar. Padahal orang-orang situ juga yang buat peraturan dan orang-orang itu sendiri yang melanggarnya. Peraturan ada untuk dilanggar bukan? Mudah-mudahan mereka disadarkan oleh perbuatan yang tidak disadari namun merugikan orang lain itu, aamiin.

@Lala'sWish
Dia meminta tolong (atau menyuruh) kepada kami agar setiap nasabah yang datang diharapkan untuk didaftarkan secara paksa mengenai fitur e-banking yang tersedia karena ditargetkan sebanyak beberapa ribu selama setahun. Well bukannya aku ga mau tapi keadaan kadang tidak memungkinkan. Setiap nasabah yang datang untuk mengganti PIN yang terblokir saja memakan waktu hingga 10 menit lebih, dan akan lebih lama lagi jika aku harus menjelaskan mengenai fitur e-banking yang belum tentu dimengerti nasabah yang kebanyakan gaptek. Apalagi antrian di kantor selalu penuh dimana nasabahnya tidak sesabar yang engkau kira (edan!). Jadi aku juga agak kurang setuju dan mengajukan protes tapi bukan hal yang seperti diharapkan yang didapat malah celetukan yang bisa dibilang “aink juga ngerti tanpa maneh jelasin” dengan nada sedikit mengejek. Entah mungkin cuma aku aja yang berpikiran kayak gitu. Tapi yang jelas aku ga terlalu suka dengan cara dia memperlakukan aku. Aku mau membantu mendaftarkan layanan tersebut jika hanya nasabah menanyakan saja. Yang aku tau, nasabah datang hanya untuk menyelesaikan masalah mereka dengan cepat karena mereka juga ga punya cukup banyak waktu untuk meladeni basi-basi kita. Jadi paling yang aku lakukan adalah melakukan apapun sesuai keadaan. Kalau keadaannya memungkinkan, ya aku lakukan. Paling itu saja.

#Day 13413


Goooood niteeeeeee everyone! Long time no type :D
Well actually aku mengetik ketika lagi mau, seperti sekarang ini, seminggu ditinggalin gitu aja, ahahahaha. Tapi tenang, semua topiknya aku inget kok, yuk mulai lagi ah.

@Introvert
I bet you've heard about it, haven't you? Ya jadi kira-kira secara garis besar artinya adalah tipe orang yang menyimpan segala sesuatu di dalam hati alias tidak mengungkapkannya secara langsung (tidak termasuk gelas, piring, dan baju di dalamnya). Aku kepikiran karena kamu (R) pernah bilang kalau aku itu jangan jadi introvert banget lah. Katanya ga baik untuk kesehatan, minum vitamin C tiap hari untuk jaga daya tahan tubuh. (ok yang ini ga nyambung) Bukannya aku ga mau tapi aku orangnya ga suka nyakitin perasaan orang lain dengan reaksi yang aku lakukan. Aku lebih nyaman menyimpannya dalam hati dan berusaha untuk segera melupakannya. Rada aneh ya? Jadi, gini maksudnya. Aku simpan perasaan itu untuk dipikirkan lagi, apakah jika aku simpan akan membawa manfaat bagi diriku sendiri atau ngga, gimana cara penyelesaiannya, kira-kira kalau aku ungkapkan reaksi dari yang dia lakukan kepadaku apakah dia akan sakit hati, dll. Kalau memang itu semua hasilnya minus, ya lupain aja. Aku sih orangnya banyak maklum. Siapa tau dia melakukannya karena tidak sadar atau lupa, atau ada faktor lainnya. Tujuan aku melakukan itu semua karena agar menjaga hubungan baik dengan sesama, nothing special. Yah kalo memang dia melakukan kesalahan itu dengan sengaja, aku cukup diam saja. Membuat dia menganggap aku bodoh atau sebagainya padahal sebenarnya aku merasa prihatin dengan keadaan dia yang seperti itu dan berharap dia kembali ke jalan yang benar (aamiin).

Saturday, April 13, 2013

Day #12413

@GoHomeAfterLunch(?)

Nite falks(falks refers to an ads that appeared at the Dago Plaza on lower ground, I don't know the meaning of that) sekarang aku ngetik malem-malem nih mumpung lagi santai, ohohohoho. Mungkin ada yang bingung dengan keyword yang sekarang. Tapi tidak usah khawatir kami akan bantu untuk membuka blokir kartu ATMnya dengan biaya administrasi Rp. 5.000,- (kebiasaan di tempat kerja nih). Jadi maksudnya adalah sudah beres makan langsung pulang (apa pula ini?!). Hari itu aku pergi ke undangan nikahan anak dari atasan/supervisor di tempat kerja pada jam kerja yang hanya dibatasi sekitar 1 jam saja. Begitu datang kami berencana untuk makan dahulu karena kalo salam-salaman pasti ngantrinya lama dan juga hal ini dikarenakan sudah saatnya makan siang :P. Jadi sewaktu acara salam-salaman dimulai, kami langsung menyambar makanan disana karena berhubung  waktu sudah hampir habis. Tapi begitu sudah selesai makan, teman yang berlaku sebagai supir juga mengajak pulang karena waktu sudah habis dan malahan telat lagi. Aku pun tergesa-gesa dan lari karena takut tertinggal. Daan.. aku lupa untuk mengucapkan selamat kepada mereka. Dalam hati sebenarnya aku malu banget, kesannya datang cuma karena untuk makan bukan untuk mengucapkan selamat tapi apa boleh buat, keadaan memaksaku untuk melakukannya, wkwkwkwkwk.. Maaf ya bu, mudah-mudahan engkau ingat aku sebagai orang yang sudah mengucapkan selamat ya, heuheu..


Day #11413

@NewExercises

Welcome back, Fyrinn.

Wkwkwkwk that's weird since I'm congrate to myself. Well enough talking talking Englishna, yu ah urang ngetik deui :D
Seperti yang terlihat pada keyword di atas, ya sekarang aku punya jenis-jenis latihan atau olahraga pagi yang baru selain hal yang monoton dan membosankan seperti joging, sepedaan, nonton pilem biru, olahraga tangan, berfantasi, dan lain-lain.. Jenis latihan ini aku dapat secara ga sengaja dari sebuah situs-bikin-ngakak yaitu 9gag.com. Jadi disitu hanya dijelaskan dengan gambar dengan judul The Morning Workout seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.



Aku ga tau apa hal di atas ini hanya sekedar bahan lelucon atau pengunggahnya memang serius mengajarkan supaya pagi hari dilengkapi denga hal-hal yang bermanfaat hanya karena diunggah di situs-bikin-ngakak tersebut. Tapi walaupun begitu, setelah diteliti ternyata yaa ga ada salahnya juga untuk mencoba. Toh bikin sehat dan bugar. Hmph akhirnya aku coba juga setelah liat gambar tersebut. Awal-awal sih memang belum terbiasa jadi kerasa berat dan bikin ngos-ngosan. Otot lengan dan kaki terasa tegang seperti sudah beres lari jarak jauh. Tapi lama-kelamaan seperti hal biasa saja. Dari hal-hal yang aku lakukan itu sebenarnya ga ada niat khusus tapi hanya untuk sekedar olahraga saja. Karena bisa bikin mata melek di pagi hari dan sedikit membentuk otot dan selain itu, ini juga sebagai langkah awal untuk melakukan hal yang ingin aku pelajari, yaitu parkour dan belajar ilmu pedang katana, hehehe.. Happy exercising, guys!

Wednesday, April 10, 2013

#Day 10413


@DiaLagi
Hari ini masih sama seperti hari sebelumnya.. tenaaanngg :3 Sampai pada akhirnya dia melakukan itu lagi. Sebut saja Bunga (usia tidak diketahui), dia sepertinya terbiasa menyuruh-nyuruh orang untuk kepentingan dirinya sendiri. Aku jujur paling ga suka disuruh-suruh, apalagi kita berada di level pekerjaan yang sama. Apa salahnya menggunakan kata “tolong” untuk meminta bantuan orang? Kan lebih enak dan orang juga dengan senang hati membantu. Aku rasa cara kamu berhubungan dan memperlakukan orang lain harus diperbaiki lagi. 

#Day 9413


@PeacefulDay
Hari ini terasa sangat nyaman. Kenapa? Kasih tau ngga ya? Ahahahahaha.. Itu karena tidak ada atasan yang sangat strict to the rules. Suasana tidak tegang dan semua berjalan dengan lancar. Informasi terakhir yang didapat, dia lagi menikmati cutinya. Saran saya, ibu cuti aja yang lama, kamu tidak keberatan kok, ahahahaha.. XD
Sebenarnya tidak salah untuk menjadi seperti itu, tapi tolong jangan terlalu jadi seperti itu. Disini kebijaksanaan dan kepercayaan juga dibutuhkan. Kami juga sebagai bawahan anda tidak akan bertindak sembarangan, karena kami (mungkin aku seorang) melakukan ini juga demi kepentingan banyak hal. Contoh, dulu pernah ada nasabah dengan rekening kota lain kehilangan kartu ATM, ingin dibuatkan kartu ATM baru tapi tidak bisa karena surat kehilangan dari kepolisian yang bermasalah. Jadi nasabah tersebut merupakan pegawai pajak di dekat sini, semua hilang termasuk kartu dan surat berharga. Datang dan melaporkan kejadian tersebut kepada saya sebagai pelayan nasabah. Di surat keterangan tersebut hanya berbeda satu huruf tapi jadi perbedaan yang cukup berbeda (lieur) tapi dengan maksud yang sama, walaupun aku sendiri tau penyebab kesalahan ini dari pihak pembuat surat tersebut, namun tetap tidak bisa diproses, padahal nasabah tersebut sudah menunggu sekian lama yang dilayani dan sulit untuk mendapat ijin keluar apalagi banyak kerjaan menumpuk. Aku pun merasa ga enak banget untuk menolak dan tidak bisa membantu dan nasabah tersebut pulang dengan perasaan kecewa. Pikiran aku: apa ga bisa ada toleransi mengenai hal itu? Kalaupun misalnya ada, aku siap bertanggung jawab karena pada dasarnya aku percaya nasabah yang aku layani. Apa tidak bisa kita proses saja dulu dengan surat yang menyusul? Apalagi gaji mereka dibayarkan oleh kita juga, aku cuma ga mau orang berpikiran buruk tentang kita (baca: perusahaan, red.) sehingga kadang untuk beberapa proses kadang memakai dana pribadi. Aku hanya berpikir gimana sih tanggapan orang lain kalau dimintai dana / biaya jika itu kesalahan dari sistem? Apa hanya berpikir tentang keadilan yang wajib ditegakkan sama rata...

@FutsalTime
Yee~ akhirnya futsal lagi, setelah sekian lama nganggur ga olahraga. Yaa normal-normal aja sih, cuma sebuah bola yang diperebutkan oleh beberapa orang untuk dimasukkan ke dalam gawang. Tapi aku menikmati saja permainan itu.

#Day 8413


@HoleInTheFire!
Sewaktu berangkat kerja dengan mengendarai sepeda motor lagi-lagi aku melindas lubang yang cukup dalam di jalan raya. Walaupun udah sempat menghindar tapi tetap saja, mau ga mau harus dilalui dan untungnya ga jatuh lagi seperti kejadian tempo hari. Cukup tingginya curah hujan kemungkinan sebagai penyebab banyaknya lubang di jalan tapi ini juga bukan alasan bagi pemerintah untuk berdiam diri saja. Apa perlu tumbal dulu agar lubang-lubang itu untuk bisa diperbaiki? Terus mana hasil pajak yang telah kami bayarkan? (protes karena udah mulai bayar pajak dari gaji, damn.) Untuk memperbaikinya kan ga perlu nunggu banyak lubang dulu, tapi sedikit demi sedikit apa salahnya. Biaya juga bukan dari kas negara tapi dari pajak kan? Mudah-mudahan mereka cepat disadarkan dengan adanya ketidakseimbangan yang terjadi saat ini.

@TheMoneyIsGoneGeneral!
Ada lagi kejadian yang aneh hari ini. Bukan aneh sih tapi diluar hal normal aja (iya itu juga aneh!). Ga begitu aneh juga sih.. (cukup!) Jadi begini, sewaktu jam kerja udah mulai memasuki masa injury time, tiba-tiba datang seorang bapak-bapak yang meminta untuk mencetakkan buku tabungannya. Sewaktu dicetak, dia memeriksa hasil cetakannya dan protes mengenai dana ditabungannya yang berkurang padahal dia tidak pernah sama sekali mengambilnya. Waktu aku tanya apakah dia pernah dibuatkan kartu ATM, katanya pernah tapi ga tau kemana sekarang (damn). Lalu aku bantu saja sih dengan dibuatkan komplainnya, memblokir kartu ATM-nya, dan menjanjikan agar bisa diperlihatkan rekaman CCTV di ATM tempat uang-uangnya diambil. Dana yang diambil total mencapai Rp. 18 juta sekian dan anehnya hanya terjadi di satu bulan saja, yaitu bulan Oktober. Dana diambil dari ATM sedikit demi sedikit. Aku curiganya sih orang “dalam celana”, mungkin antara keluarga atau orang yang dipercaya, tapi let's see which is true, soon...

#Day 7413


@TimeIsNotRewinding
Kali ini aku akan membicarakan tentang disiplin waktu. Ehm.. sebenarnya aku udah pernah bilang sama kamu, kalau ketemu aku seneng bgt liat kamu udah nungguin aku. Aku merasa seperti dihargai dengan pantas atas usaha aku yang udah ngebela-belain buat ketemu kamu. Kadang aku takut telat jadi seringnya ngebut di jalan, kadang makan seadanya, aku paling ga mau telat karena aku ga biasa telat :P Tapi rasanya susah juga untuk minta hal yang satu ini, yaitu liat kamu datang lebih awal, well.. aku tau kamu tipe orang yang seperti apa. Yahh aku sih cuma bisa berpikir yang baik-baik aja, mungkin kamu butuh waktu yang lebih lama untuk dandan, apalagi suka keramas dulu, kadang rambutnya masih basah. Iya aku ngerti itu untuk aku juga, tapi.. pleasee bisa ga kalau kamu manage waktunya dengan lebih baik lagi? Bisa kan kalau misal kita ketemu jam 11, kamu dandan dan mandi dari jam setengah 10 jadi rambut juga udah lumayan kering – kalau memang itu alasannya? Apa ga bisa usahakan tepat waktu, walaupun aku udah sering minta tolong? Sebenarnya kamu menganggap waktu itu seperti apa? Aku sangat menghargai waktu. Mungkin aku harus terus berusaha mengingatkan dan membimbing kamu sedikit demi sedikit....

Saturday, April 6, 2013

Day #6413

@ActivitiesToday
Secara keseluruhan hari ini ga ada sesuatu yang terlalu dipikirkan sih. Aku ceritain aja apa yang terjadi sekarang deh. Jadi hari ini aku bangun jam setengah 10an pagi (semalam ngantuk dan cape banget) setelah itu bengong dulu selama beberapa menit. Dan aku keingetan kalau sekarang ada undangan nikah rekan kerja di kantor. Karena acaranya diselenggarakan di dekat rumah ya mau ga mau harus datang. Tapi bukan cuma karena alasan itu saja. Dia juga bilang "masa dekat dengan rumah ga datang? ngerakeun!" (baca: ganteng, red.) Yaa sekalian juga ikut mendoakan supaya pasangan tersebut langgeng dan dimudahkan rejekinya (aamiin, bukan amiin atau aamin). Aku kesana sendirian aja, ngajak yang lain juga ga bisa dengan alasan ga ada teman berangkat dari rumah. Wew.. Berarti ga terlalu niat tuh orang, gapplah akhirnya aku berangkat sendiri. Sewaktu mau berangkat, tiba-tiba hujan deras dan dengan keadaan tersebut akhirnya aku tunda dulu keberangkatannya. Selama menunggu hujan reda, selama itu pula aku kelaparan. Ya jelaslah! Tujuan lain untuk menghadiri undangan nikah adalah untuk makan enak, makanya dari pagi perut dikosongkan dulu, hehe. Tapi karena ga kuat, yaa akhirnya makan dulu sedikit. Begitu reda aku langsung berangkat dan sewaktu dijalan aku mengenali sebuah mobil yang sudah tak asing lagi. Oh iya! itu mobil teman aku. Yes akhirnya ada teman juga, jadi ga terlalu malu juga untuk datang sendiri >.< Dan kita pun sampai ketujuan, lalu mengisi buku tamu, bersalam-salaman (sebelumnnya masukkan amplop dulu), lalu makan dan pulang. Betapa singkat perjalananku di nikahan teman. Well setelah itu, teman aku mengajak makan lagi ke sebuah kedai batagor yang enak tapi jadi mahal. Disana aku pesan seporsi batagor kering dan es campur setelah itu pulang dan akses internet untuk nulis jurnal karena ga ada kerjaan lain lagi, hehe. Malamnya aku telepon R seperti  biasa, setelah itu langsung tidur karena ngantuk dan cape banget. Fyuh.. met malam.

Day #5413

@HerFeelingNow2
Melanjutkan pembicaraan sebelumnya, jadi hari ini aku dan dia berencana ketemuan lagi. Awalnya ga mood sih karena perasaan masih ga tenang tapi kalau ga dibicarain sekarang malah bikin hari-hari selanjutnya ga tenang. Jadi lebih baik sekarang daripada nanti. Jadi begitu kerjaan udah beres, aku langsung pergi ke kosan dia but damn di luar hujan jadi aku kebut aja berharap di daerah sekitar kosannya ga hujan gede dan bener dong disana cuma gerimis kecil, alhamdulillah. Akupun memberitahukan perihal kedatanganku dan dia langsung bersiap-siap untuk pergi. Untuk menyiapkan pertemuan ini, aku membawakan coklat dan rautan pensil (entah kenapa aku belikan itu =,=') yang dibeli di hari kemarin ketika menikmati kesendirian yang aku ceritakan sebelumnya (hueekk) dan kayaknya ceritanya ga lengkap jadi aku cerita dulu deh. Kemarin aku pergi ke Paris van Java atau disingkat PVJ untuk pergi ke salah satu toko yang aku suka banget, yaitu Dasio. Disana menjual menjual berbagai perlengkapan sehari-hari dan rumah tangga dengan harga yang sama, yaitu Rp. 22.000,-. Dan karena buatan Jepang (ga semua sih, ada juga buatan Cina, Korea, bahkan India) aku asumsikan barang-barangnya berkualitas bagus. Kita harus pinter-pinter milih barang karena baik ukuran besar maupun kecil, harga sama. Jadi rugi juga sih kalau kita bisa beli barang yang terdapat disana tapi diluar ada harga yang lebih murah, jadi berhati-hatilah dan konservatif dalam membeli, guys! Aku kesana pergi untuk membeli wind chime (gantungan berbentuk kaca yang kalau kena angin keluar bunyi), punch (pembolong kertas), dan ternyata aku malah jadi beli barang tambahan seperti termometer ruangan dan kabel charger untuk Nintendo Dsi milikku. *sigh* Waktu itu aku liat dan berpikir harga punch terlalu mahal dan mungkin bisa dapat dengan harga yang lebih murah di Gramedia dana toko buku lainnya. Oke jadi daftar belanjaanku kali ini adalah kabel charger NDSi, termometer ruangan, dan wind chime di Daiso, let's move to Gramedia.

@GramediaYesterday
kedatanganku kali ini untuk membeli punch dan sebuah penggaris kecil yang bisa muat di tempat pensil kecil. Tapi sebelumnya liat komik-komik dulu yuk >.< disana aku keingetan dengan komik berjudul GoGoGo to the West yang di ZOE belum keluar jilid ke-5-nya. Jadi cari dulu deh dan ternyata ada dong. Tanpa sadar aku beli juga komiknya, hehehe.. komiknya seru bangetlah, ngocok perut –tapi tidak mengocok yang lain-- bercerita tentang plesetan cerita Kera Sakti –yang dulu menjadi tontonan wajib anak-anak di salah satu stasiun tv swasta-- dan bergenre komedi dengan sedikit bumbu kesadisan jadi bisa disebut sebagai black comedy (meureun, wkwkwk). Pokoknya kalau kalian baca dijamin ngakak tapi aku ragu kalian bisa ngerti leluconnya, peace! *disawer duit*. Dan aku belilah komik jilid ke-5-nya walaupun jilid 1-4 belum, sekalian liat harga punch disana dan wow ternyata ada yang murah dan mahal. Yang murah buatan Kenko dengan harga 15k tapi lubangnya keliatan “sempit” jadi ga muat banyak untuk bisa melubangi beberapa kertas melainkan satu per satu. Rempong deh, dan ada lagi yang harganya lumayan mahal (merknya lupa lagi) sekitar 30k tapi sedikit “longgar” tapi tapi tapi mahal.. T.T yaah kalau gitu tadi beli aja di Daiso karena keliatannya bisa muat lumayan banyak dengan harga 22k. FYI punch yang aku cari yang berukuran kecil. Let's skip dan mencari penggaris kecil yang kebetulan ada dan langsung ketemu. Trus aku juga kepikiran untuk ngasih sesuatu untuk Risky, dan ada barang yang membuat aku tertarik, yaitu rautan pensil. Banyak sekali jenisnya dan lucu-lucu. Yang paling bagus harganya mahal tapi bagus! Yahh akhirnya aku cari yang harga menengah dan ternyata ada yang bagus juga, bentuknya flip gitu jadi melindungi bagian rautannya, sekaligus ada wadah menyimpan bekas rautannya. Kenapa aku pingin ngasih hal beginian ke dia? Ok jadi begini, aku secara ga sengaja baca artikel dimana isinya menjelaskan bahwa untuk memberi ke orang lain ga harus selalu disaat tanggal-tanggal penting seperti tanggal ultah dan ga juga harus sesuatu yang mahal. Untuk menyenangkan hati orang ga harus menunggu tanggal tertentu juga, kan? :) Ok sudah cukup, ayo ke kassa untuk bayar. Diperjalanan menuju kassa, aku sekalian liat-liat buku dan tertarik dengan satu buku yang ditemui, yaitu buku tentan desain ruangan interior. Aku berpikir “ternyata ada juga ya buku kayak gini!”. Waktu diliat bagian “dalamnya” aku berdecak kagum dengan desain-desainnya. Jadi pingin punya rumah dengan desain kayak gini. Disitu juga ada rincian biayanya, wahh buku yang bagus juga cuma ga jadi beli karena alasan biaya, hehehe.. sayang sekali.

@CreditCardFraud
aku bekerja di belakang meja seperti biasanya. Dan tiba-tiba pandanganku teralihkan oleh sesosok orang yang pernah komplain mengenai kartu kredit yang dia punya. Kejadiannya, dia merasa ga pernah membeli suatu barang tapi ternyata ada transaksinya. Dan hal itu menyebabkan dia dimasukkan dalam daftar hitam sehingga dia tidak bisa mengajukan pinjaman ke bank. Dan dia memang sedang mengajukan pinjaman KPR di suatu bank dan uangnya sudah masuk sebagian. Diapun mengajukan komplain dengan membawa seorang kakak yang ternyata bekerja di perusahaan sekuritas sebagai reporter dan dengan nada sedikit mengancam bahwa jika tidak diselesaikan ini akan mencemarkan nama baik perusahaan tempat aku bekerja. Ya sudah aku bantu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut namun hanya sampai sebatas menyampaikan keluhan saja untuk kemudian keluhan tersebut dikirimkan ke kantor pusat di Jakarta karena di Bandung belum ada card center yang bisa melayani permasalahan kartu kredit. Jadi aku meminta dia untuk bersabar mengenai penyelesaiannya dan walaupun dengan ancaman kakaknya itu, aku sih berpikir bodo amat toh aku sudah melakukan apa yang aku bisa sesuai wewenang yang dimiliki. Lanjut ke awal, jadi dia datang lagi untuk menanyakan permasalahannya setelah sebelumnya kakaknya lah yang datang tapi tidak mendapat tanggapan dari petugas yang melayani karena harus orang yang bersangkutan yang mengajukan komplain. Begitu dia melihat aku, dia langsung menghampiri dan bertanya dengan keluhannya. Aku pun bertanya juga perihal jawaban dari kantor pusat bagaimana. Katanya ga ada tanggapan sama sekali. Lalu aku sarankan tunggu saja dulu sampai tiba dipanggil sesuai antrian. Dan ketika dilayani oleh rekan kerja aku, dia juga bersedia membantu dan menanyakan ke kantor pusat. Jawabannya hanya satu.. dia harus bayar tagihannya. Emang sih kedengerannya kejam, ga transaksi apa-apa tapi disuruh bayar. Tapi mau gimana lagi, toh masalah kartu kredit memang dari dulu seperti ini dan belum ada undang-undang yang jelas mengenai permasalahan kartu kredit ini. Informasi terakhir yang aku dapat, tagihannya mencapai 4000k sekian dan rekan kerja aku bernegosiasi supaya bisa dibayar setengahnya supaya tidak terjadi kredit macet dan sepertinya kantor pusat bersedia dan memberikan surat bahwa nasabah tersebut sudah tidak termasuk dalam daftar hitam lagi dan bisa segera mengajukan pinjaman. Fyuh.. akhirnya beres juga, mudah-mudahan hal seperti ini tidak terjadi lagi.

@HerFeelingNow3
Di bagian @HerfeelingNow2 perasaan aku ga cerita soal Her deh, malah cerita soal yang lain =,=' Jadi akhirnya kita ketemuan, kita sempat bercanda dijalan, makan coklat yang aku bawa (manis dan enak!) dan rencananya tadi aku mau ngajak makan di PH atau di Lisung, tapi setelah dipikir-pikir lagi, makanan disana kan lumayan mahal dan perlu banyak saos sedangkan dia ga boleh terlalu banyak makan makanan bersaos karena suatu dan lain hal. Lalu dia menyarankan ke jalan Braga aja karena ada makanan yang murah dan meriah (baca: nasi goreng nanas, red.). Aku akui sih, memang nasgor nanasnya enak banget. Pake nanas lho, NANAS! Jarang kan ada nasi goreng pake nanas. Jadi bagi pecinta kuliner sejati, silahkan mampir ke tempat jual nasgor nanas ini. Jangan berharap tempatnya seperti kafe atau bar karena tempatnya hanya berupa sebuah gerobak dengan meja dan kursi di pinggir gang. Tapi ga masalah kok, tempatnya juga ga kotor-kotor amat, level kebersihan dari 1-10 mungkin level 6. Monggo mampir :) Setelah makan dia berjalan ke arah kafe bernama Braga Huis (tempat biasa orang berfoto, mungkin karena latarnya yang bagus) dan kita memesan minum disana. Dia menanyakan apakah ketika kerja tadi ada masalah. Aku jawab ngga ada, karena memang ga ada hal spesial yang terjadi. Karena ga ada masalah, dia pun mulai ingin membicarakan masalah kemarin (makasih udah mikirin keadaan aku, tapi sebenarnya kurang tepat juga sih. Walaupun hari ini aku ga ada masalah, masalahnya keadaan aku udah cape & ga mau dengar hal-hal berat seperti itu, mungkin semua orang juga demikian). Dia bilang ... hmmm... uhhhh... hehehe.. kayaknya yang ginian ga usah dikasih tau ya, persoalan yang top secret sih, ahahahaha.. Pokoknya masalah udah selesai, kita juga sudah berkomitmen untuk tidak mengulangi masalah yang sama. Aandd.. Case closed! *clap clap clap*

Day #4413


Welcome to myself to the world of journal writing :)

Ahahahaha.. setelah sekian lama, hampir 24 tahun berlalu akhirnya aku memutuskan untuk menulis jurnal alias diari atau kalau orang tua bilang “diare” (entahlah kenapa harus disebut demikian =,='). Kemarin sempat baca di buku apa gitu lupa lagi namanya, katanya dengan menulis jurnal.. ahh iya! Baca artikel di sebuah situs di internet :P katanya dengan menulis jurnal tiap hari, kita bisa belajar dari masa lalu, self recovery dengan membaca tulisan-tulisan yang kita ketik tiap hari. Jadi mulai hari ini, aku bakal belajar menulis apa yang dipikirkan hari itu juga, tapi dipagi harinya karena alasan pekerjaan yang ga bisa bikin otak mikir banyak di malam hari, hehehe.. jadi mungkin tulisannya agak ngaco di awal, lama kelamaan jadi makin ngaco, ahahahahaha.. btw, aku ga mau menggunakan buku seperti yang orang lain lakukan karena untuk alasan kecintaan terhadap lingkungan (cie cie ciee!). Ehm.. bukannya sok ya, tapi dengan kita membeli buku berarti akan ada pohon yang ditebang untuk dijadikan kertas dan aku cuma takut menyia-nyiakan kertas dengan menyobeknya kalau ada tulisan yang kurang berkenan. Toh sekarang ada teknologi terbaru yang memungkinkan kita menulis tanpa buku melalui komputer, so kenapa ga dimanfaatin aja hal sebagus itu? ;)

OK cukup basa-basinya, ayo aku mulai! Tapi bentar, ada lagi. Aku mengetik dengan sistem keyword. Jadi tiap pembahasan berdasarkan keyword supaya.. inget aja apa yang mau dibahas, hohoho.. :D

Day #4413

@StartOfJournal
Udah kalee.. di atas! So let's skip it, then.

@Shopping
Jyahahahaha.. belanja! Entah kenapa, walaupun aku laki-laki tapi suka banget dengan yang namanya belanja, mungkin akan ada perubahan menanti? *periksa dada* Aku suka belanja kebutuhan sehari-hari, hal apa saja yang diperlukan, apalagi kalau ada barang diskon, waaaw.. gatel deh jadinya cyinnnn.. garukin doongg! >.<'' Tapi ga sembarangan belanja lho. Tetap aja harus sesuai dengan kebutuhan dan kadang suka galau juga. Tiap ada barang yang aku suka, aku selalu mikir “kira-kira barang ini dibutuhkan ga ya?” yaa tujuannya supaya apa yang aku beli ada manfaatnya alias ga sia-sia sehingga kadang banyak juga yang ga jadi dibeli.

@Aloneness
Yeah.. hari ini aku merasa sendirian, atau lebih tepatnya bisa dibilang menikmati kesendirian karena lagi ada masalah dengan si cinta. Gapp deh jalani aja dlu.

@HerFeelingNow
Aku menebak-nebak gimana ya perasaan dia sekarang sejak tragedi liburan pangandaran kemarin. Aku bingung sebenarnya dengan perasaan dia. Memang salah aku juga sih, gara-gara aku telat beli tiket kereta untuk liburan ke Jogja, akhirnya untuk menebus itu aku ajak dia kesana bareng dengan teman-teman kantor. Eh taunya malah kayak gini kejadiannya. Ntar aku cerita lagi deh di bagian keduanya.

@EveryDawn
aku punya rencana kalau tiap subuh atau bangun tidur akan melakukan beberapa hal. Tujuan agar hidup ini ga monoton dan ada kegiatan yang positif dimana bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan supaya sehat. Daftar kegiatannya antara lain shalat tahajjud, baca Qur'an, shalat shubuh di mesjid, joging, sit up, push up, squat jam, beres-beres kamar, lap motor, persiapan ke kantor, dsb. Tapi tetap aja baru sedikit yang bisa dilakukan *sigh*. “Gapp gir, tetap semangat menjalaninya sedikit demi sedikit, nanti juga kamu terbiasa” kata giri dalam hati.

@MikaCondition
Aku khawatir dengan keadaan kucing dirawat, aku kasih nama Mika aja deh, karena dia jantan. Sejak peristiwa maut itu (baca: terinjak mamah yang waktu itu mamah juga ngaku tapi ga parah banget sih,red.) dia terlihat lemas banget. Tapi untungnya dia masih mau berusaha untuk makan dan pup di tempat yang telah disediakan. Dia akan kucing generasi kedua dari kucing yang pertama kali dirawat bernama Miu (sekarang udah dirawat orang lain). Aku ada rencana untuk bawa ke dokter hewan sih, walaupun biayanya mungkin akan agak mahal, tapi ya sudahlah , berbuat baik sesama makhluk Allah kenapa harus perhitungan, kasian juga dia. Mungkin kalau dia bisa ngomong bahasa manusia dia bakal bilang “sakit sakit.. kapan gue bisa normal lagi?” Ahhhh.. Mika sabar ya, segera aku cari pertolongan!

@GratefulnessToAllah
Ya Allah, sebenarnya tanpa aku mengetik disini juga Engkau sudah tau. Hanya saja hamba ingin mengetiknya disini, boleh kan? :)
Hamba berterima kasih atas segala nikmat yang Engkau berikan, baik itu yang terasa dan tidak terasa seperti nikmat kesehatan, kelengkapan panca indera yang masih bisa merasakan lembut dan sejuknya angin, melihat hal-hal indah, mencium wewangian, melakukan segala aktivitas, dan mampu pergi untuk melaksanakan berbagai macam aktivitas tersebut, diberi wajah yang tampan dan tubuh yang proporsional, masih bisa makan setiap hari, diberi rejeki berupa gaji yang cukup tiap bulan untuk memnuhi kebutuhan sehari-hari dan menabung untuk kehidupan di masa depan, dan banyak lagi nikmat tidak bisa disebutkan ya Allah. Betapa besar dan luas kekuasanmu terhadap alam semesta ini, hamba bukanlah makhluk yang pantas untuk berbangga diri dan sombong atas apa yang diterima karena itu tidak akan pernah bisa terwujud tanpa pertolongan dari-Mu ya Allah. Terima kasih atas segala pemberian-Mu ini.

@ActivitiesToday
hari ini nasabahnya ga terlalu ribet kayak kemarin-kemarin. Oh iya, aku bekerja di sebuah bank milik BUMN sebagai petugas pelayanan nasabah. Normal-normal aja sih, nanti diceritain lagi.. tapi kayaknya udah lupa deh, gyahahahahaha.

@KindnessOfIbuKantin
Setiap hari aku istirahat jarang jam 12 atau jam 1 atau malah pernah jam 4an, jadi pas giliran istirahat biasanya di kantin udah ga ada menu nasi-nasian, jadi terpaksa harus makan mie. Sebenarnya di luar juga ada rumah makan padang (horor bgt!), nasi liwet, nasi ayam-ayaman, dll tapi berhubung di luar panas gilaa.. jadi males keluar bikin keringetan aja. Dan kemarin-kemarin waktu aku giliran istirahat lagi jam 3an, aku mau makan dan ibu kantin sepertinya udah tau kalo aku terlalu banyak makan mie tiap hari dan dia menawarkan ada nasi tersisa untuk aku kalau mau *terharu sambil joging*. Dan disana kebetulan dua temen aku juga lagi istirahat.. ga ditawarin nasi. Keliatannya mereka agak sedikit iri dan marah-marah bercanda gitu karena ga ditawarin nasi, hehe.. well terima kasih ibu kantin, jasamu tak akan aku lupakan, semoga kantinnya makin laris dan menu makanannya lebih variatif lagi :P

@FinishWhatYouStarted
FYI (for your information) aku tipe orang yang menyelesaikan sesuatu jika sudah memulainya. Kalau dibiarkan menggantung --apalagi kalau ga pake celana dalam ga enak ada yang gubal gabel-- malah bikin ga tenang apalagi lagi menyerahkan urusan selanjutnya apalagi lagi lagi itu bagian susahnya. Dan itu terjadi hari ini, dimana di tempat kerja ada teman yang kebagian membuatkan rekening yahh cuma beberapa sih tapi dia ga bertanggung jawab banget. Kalau memang dia diberi tanggung jawab untuk mengerjakan sesuatu, ya kerjakan semua dan jangan menyerahkan bagian repotnya ke orang lain. Apalagi lagi lagi lagi caranya dia bicara dan meminta tolong itu ga benar. Kalau memang dia pingin dibantu dan butuh bantuan seseorang, bicaranya yang benar dong. Contoh: “Gir buatin lah bukunya, Gir ambilin lah bukunya, Gir kamu lah yang ngerjain, bla bla bla bla..” anjirr eta mah nyuruh bukan minta tolong. Sebenarnya kalau dia bicara baik-baik aku juga bakal tolong dia, bukan dengan kalimat suruhan dan ekspresi wajah yang keliatannya dia kesusahan dan ga mau repot, that's very annoying, dude! Apa salahnya menggunakan kalimat dan kata yang buat orang mau bantu dia dengan kata “tolong” dan bukan dengan nada menyuruh. Apa lagi aku ga suka kalau disuruh-suruh orang selain Dzat yang telah menciptakanku dan orang tuaku sendiri. Siapa lo?! Binalah hubungan baik dengan orang lain karena kita ini makhluk sosial. Kalau kamu ingin dihargai, hargailah dulu orang lain. Perlakukanlah orang lain seperti kita ingin diperlakukan orang lain kepada kita. Mind that OK!