Welcome
to myself to the world of journal writing :)
Ahahahaha..
setelah sekian lama, hampir 24 tahun berlalu akhirnya aku memutuskan
untuk menulis jurnal alias diari atau kalau orang tua bilang “diare”
(entahlah kenapa harus disebut demikian =,='). Kemarin sempat baca di
buku apa gitu lupa lagi namanya, katanya dengan menulis jurnal.. ahh
iya! Baca artikel di sebuah situs di internet :P katanya dengan
menulis jurnal tiap hari, kita bisa belajar dari masa lalu, self
recovery dengan membaca tulisan-tulisan yang kita ketik tiap hari.
Jadi mulai hari ini, aku bakal belajar menulis apa yang dipikirkan
hari itu juga, tapi dipagi harinya karena alasan pekerjaan yang ga
bisa bikin otak mikir banyak di malam hari, hehehe.. jadi mungkin
tulisannya agak ngaco di awal, lama kelamaan jadi makin ngaco,
ahahahahaha.. btw, aku ga mau menggunakan buku seperti yang orang
lain lakukan karena untuk alasan kecintaan terhadap lingkungan (cie
cie ciee!). Ehm.. bukannya sok ya, tapi dengan kita membeli buku
berarti akan ada pohon yang ditebang untuk dijadikan kertas dan aku
cuma takut menyia-nyiakan kertas dengan menyobeknya kalau ada tulisan
yang kurang berkenan. Toh sekarang ada teknologi terbaru yang
memungkinkan kita menulis tanpa buku melalui komputer, so kenapa ga
dimanfaatin aja hal sebagus itu? ;)
OK cukup
basa-basinya, ayo aku mulai! Tapi bentar, ada lagi. Aku mengetik
dengan sistem keyword. Jadi tiap pembahasan berdasarkan keyword
supaya.. inget aja apa yang mau dibahas, hohoho.. :D
Day
#4413
@StartOfJournal
Udah
kalee.. di atas! So let's skip it, then.
@Shopping
Jyahahahaha..
belanja! Entah kenapa, walaupun aku laki-laki tapi suka banget dengan
yang namanya belanja, mungkin akan ada perubahan menanti? *periksa
dada* Aku suka belanja kebutuhan sehari-hari, hal apa saja yang
diperlukan, apalagi kalau ada barang diskon, waaaw.. gatel deh
jadinya cyinnnn.. garukin doongg! >.<'' Tapi ga sembarangan
belanja lho. Tetap aja harus sesuai dengan kebutuhan dan kadang suka
galau juga. Tiap ada barang yang aku suka, aku selalu mikir
“kira-kira barang ini dibutuhkan ga ya?” yaa tujuannya supaya apa
yang aku beli ada manfaatnya alias ga sia-sia sehingga kadang banyak
juga yang ga jadi dibeli.
@Aloneness
Yeah..
hari ini aku merasa sendirian, atau lebih tepatnya bisa dibilang
menikmati kesendirian karena lagi ada masalah dengan si cinta. Gapp
deh jalani aja dlu.
@HerFeelingNow
Aku
menebak-nebak gimana ya perasaan dia sekarang sejak tragedi liburan
pangandaran kemarin. Aku bingung sebenarnya dengan perasaan dia.
Memang salah aku juga sih, gara-gara aku telat beli tiket kereta
untuk liburan ke Jogja, akhirnya untuk menebus itu aku ajak dia
kesana bareng dengan teman-teman kantor. Eh taunya malah kayak gini
kejadiannya. Ntar aku cerita lagi deh di bagian keduanya.
@EveryDawn
aku
punya rencana kalau tiap subuh atau bangun tidur akan melakukan
beberapa hal. Tujuan agar hidup ini ga monoton dan ada kegiatan yang
positif dimana bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan supaya sehat.
Daftar kegiatannya antara lain shalat tahajjud, baca Qur'an, shalat
shubuh di mesjid, joging, sit up, push up, squat jam, beres-beres
kamar, lap motor, persiapan ke kantor, dsb. Tapi tetap aja baru
sedikit yang bisa dilakukan *sigh*. “Gapp gir, tetap semangat
menjalaninya sedikit demi sedikit, nanti juga kamu terbiasa” kata
giri dalam hati.
@MikaCondition
Aku
khawatir dengan keadaan kucing dirawat, aku kasih nama Mika aja deh,
karena dia jantan. Sejak peristiwa maut itu (baca: terinjak mamah
yang waktu itu mamah juga ngaku tapi ga parah banget sih,red.) dia
terlihat lemas banget. Tapi untungnya dia masih mau berusaha untuk
makan dan pup di tempat yang telah disediakan. Dia akan kucing
generasi kedua dari kucing yang pertama kali dirawat bernama Miu
(sekarang udah dirawat orang lain). Aku ada rencana untuk bawa ke
dokter hewan sih, walaupun biayanya mungkin akan agak mahal, tapi ya
sudahlah , berbuat baik sesama makhluk Allah kenapa harus
perhitungan, kasian juga dia. Mungkin kalau dia bisa ngomong bahasa
manusia dia bakal bilang “sakit sakit.. kapan gue bisa normal
lagi?” Ahhhh.. Mika sabar ya, segera aku cari pertolongan!
@GratefulnessToAllah
Ya
Allah, sebenarnya tanpa aku mengetik disini juga Engkau sudah tau.
Hanya saja hamba ingin mengetiknya disini, boleh kan? :)
Hamba
berterima kasih atas segala nikmat yang Engkau berikan, baik itu yang
terasa dan tidak terasa seperti nikmat kesehatan, kelengkapan panca
indera yang masih bisa merasakan lembut dan sejuknya angin, melihat
hal-hal indah, mencium wewangian, melakukan segala aktivitas, dan
mampu pergi untuk melaksanakan berbagai macam aktivitas tersebut,
diberi wajah yang tampan dan tubuh yang proporsional, masih bisa
makan setiap hari, diberi rejeki berupa gaji yang cukup tiap bulan
untuk memnuhi kebutuhan sehari-hari dan menabung untuk kehidupan di
masa depan, dan banyak lagi nikmat tidak bisa disebutkan ya Allah.
Betapa besar dan luas kekuasanmu terhadap alam semesta ini, hamba
bukanlah makhluk yang pantas untuk berbangga diri dan sombong atas
apa yang diterima karena itu tidak akan pernah bisa terwujud tanpa
pertolongan dari-Mu ya Allah. Terima kasih atas segala pemberian-Mu
ini.
@ActivitiesToday
hari ini
nasabahnya ga terlalu ribet kayak kemarin-kemarin. Oh iya, aku
bekerja di sebuah bank milik BUMN sebagai petugas pelayanan nasabah.
Normal-normal aja sih, nanti diceritain lagi.. tapi kayaknya udah
lupa deh, gyahahahahaha.
@KindnessOfIbuKantin
Setiap
hari aku istirahat jarang jam 12 atau jam 1 atau malah pernah jam
4an, jadi pas giliran istirahat biasanya di kantin udah ga ada menu
nasi-nasian, jadi terpaksa harus makan mie. Sebenarnya di luar juga
ada rumah makan padang (horor bgt!), nasi liwet, nasi ayam-ayaman,
dll tapi berhubung di luar panas gilaa.. jadi males keluar bikin
keringetan aja. Dan kemarin-kemarin waktu aku giliran istirahat lagi
jam 3an, aku mau makan dan ibu kantin sepertinya udah tau kalo aku
terlalu banyak makan mie tiap hari dan dia menawarkan ada nasi
tersisa untuk aku kalau mau *terharu sambil joging*. Dan disana
kebetulan dua temen aku juga lagi istirahat.. ga ditawarin nasi.
Keliatannya mereka agak sedikit iri dan marah-marah bercanda gitu
karena ga ditawarin nasi, hehe.. well terima kasih ibu kantin, jasamu
tak akan aku lupakan, semoga kantinnya makin laris dan menu
makanannya lebih variatif lagi :P
@FinishWhatYouStarted
FYI (for
your information) aku tipe orang yang menyelesaikan sesuatu jika
sudah memulainya. Kalau dibiarkan menggantung --apalagi kalau ga pake
celana dalam ga enak ada yang gubal gabel-- malah bikin ga tenang
apalagi lagi menyerahkan urusan selanjutnya apalagi lagi lagi itu
bagian susahnya. Dan itu terjadi hari ini, dimana di tempat kerja ada
teman yang kebagian membuatkan rekening yahh cuma beberapa sih tapi
dia ga bertanggung jawab banget. Kalau memang dia diberi tanggung
jawab untuk mengerjakan sesuatu, ya kerjakan semua dan jangan
menyerahkan bagian repotnya ke orang lain. Apalagi lagi lagi lagi
caranya dia bicara dan meminta tolong itu ga benar. Kalau memang dia
pingin dibantu dan butuh bantuan seseorang, bicaranya yang benar
dong. Contoh: “Gir buatin lah bukunya, Gir ambilin lah bukunya, Gir
kamu lah yang ngerjain, bla bla bla bla..” anjirr eta mah nyuruh
bukan minta tolong. Sebenarnya kalau dia bicara baik-baik aku juga
bakal tolong dia, bukan dengan kalimat suruhan dan ekspresi wajah
yang keliatannya dia kesusahan dan ga mau repot, that's very
annoying, dude! Apa salahnya menggunakan kalimat dan kata yang buat
orang mau bantu dia dengan kata “tolong” dan bukan dengan nada
menyuruh. Apa lagi aku ga suka kalau disuruh-suruh orang selain Dzat
yang telah menciptakanku dan orang tuaku sendiri. Siapa lo?! Binalah
hubungan baik dengan orang lain karena kita ini makhluk sosial. Kalau
kamu ingin dihargai, hargailah dulu orang lain. Perlakukanlah orang
lain seperti kita ingin diperlakukan orang lain kepada kita. Mind
that OK!